Nikkei Cetak Rekor Baru, Melonjak 4,6% Didorong Laba Micron dan Minyak Turun
Baca dalam 60 detik
- Indeks Nikkei 225 ditutup pada level tertinggi sepanjang masa di 72.366,34 poin, naik 4,61% dalam sehari.
- Kenaikan dipicu oleh laporan laba Micron Technology yang melampaui ekspektasi dan penurunan harga minyak mentah global.
- Rekor ini mengindikasikan optimisme investor terhadap sektor teknologi dan stabilitas ekonomi global, meski risiko geopolitik masih membayangi.

Indeks saham acuan Jepang, Nikkei 225, menembus rekor tertinggi baru pada perdagangan Kamis (25/6/2026) dengan lonjakan lebih dari 4 persen, didorong oleh laporan laba mengejutkan dari raksasa semikonduktor Amerika Serikat, Micron Technology, serta penurunan harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran inflasi.
Nikkei 225 ditutup melesat 3.191,37 poin atau 4,61 persen ke level 72.366,34, mengalahkan rekor sebelumnya. Indeks Topix yang lebih luas juga mencatat kenaikan 52,71 poin atau 1,33 persen menjadi 4.016,47. Pergerakan ini menjadikan bursa Tokyo sebagai salah satu yang paling berkilau di kawasan Asia pada pekan ini.
Laba Micron Technology yang dirilis Rabu malam waktu setempat menunjukkan pendapatan dan laba bersih melampaui perkiraan analis, terutama berkat permintaan chip memori untuk kecerdasan buatan dan pusat data. Kabar ini memicu aksi beli saham-saham teknologi di Jepang, termasuk Tokyo Electron dan Advantest, yang menjadi motor penggerak indeks. Penurunan harga minyak mentah juga turut mendongkrak sentimen karena mengurangi tekanan biaya energi bagi perusahaan dan konsumen.
Bagi investor Indonesia, reli Nikkei memberikan sinyal positif bagi bursa saham regional, termasuk IHSG. Kenaikan indeks Jepang kerap menjadi indikator awal bagi pergerakan pasar Asia lainnya, terutama sektor teknologi dan ekspor. Namun, perlu dicatat bahwa pasar saham Indonesia memiliki karakteristik berbeda dengan ketergantungan lebih besar pada komoditas dan konsumsi domestik.
Menurut analis pasar, momentum ini menunjukkan keyakinan investor bahwa ekonomi global mampu bertahan di tengah ketidakpastian suku bunga tinggi dan ketegangan geopolitik. Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa kenaikan tajam seperti ini rentan terhadap aksi ambil untung jangka pendek. Fokus selanjutnya adalah data inflasi Jepang dan kebijakan Bank of Japan yang akan diumumkan pekan depan.
Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah reli Nikkei ini akan berkelanjutan atau hanya euforia sesaat? Jawabannya tergantung pada konsistensi laba perusahaan teknologi global dan kemampuan bank sentral menjaga stabilitas harga tanpa menghambat pertumbuhan.



