Klarifikasi Korwil Cilacap: 100 Dapur MBG yang Disebut Fiktif Sedang Dibangun
Baca dalam 60 detik
- Koordinator Wilayah SPPG Cilacap membantah tuduhan adanya 100 dapur MBG fiktif, menyebut titik-titik itu masih dalam tahap pembangunan.
- Dari total 300 titik di Cilacap, 220 sudah beroperasi dan 114 lainnya belum selesai, dengan beberapa proyek melebihi batas waktu 45 hari.
- Isu dapur di kuburan dibantah tegas; lokasi di daerah terpencil disebut sebagai penyebab kesalahpahaman.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Cilacap, Yuda Prasetyo, membantah temuan Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya yang menyebut ada 100 titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) fiktif. Yuda menegaskan bahwa seluruh titik yang dipersoalkan telah terdata secara resmi dan tengah dalam proses pembangunan, bukan sekadar fiktif di atas kertas.
Menurut Yuda, istilah "fiktif" tidak tepat digunakan karena setiap lokasi yang tercatat memang eksis secara fisik. "Yang dimaksud beliau 100 SPPG fiktif itu sebenarnya SPPG yang masih dalam proses persiapan pembangunan," ujarnya di Cilacap, Rabu (24/6). Ia menambahkan bahwa sebagian besar titik tersebut sudah memiliki lahan dan perencanaan, namun belum rampung dikerjakan.
Data yang dihimpun Korwil SPPG menunjukkan total titik di Kabupaten Cilacap mencapai sekitar 300 lokasi. Dari jumlah itu, 220 titik telah beroperasi dan melayani penerima manfaat. Sisanya, sebanyak 114 titik, masih dalam tahap pembangunan. Yuda mengakui bahwa beberapa proyek pembangunan SPPG mengalami keterlambatan dari target 45 hari yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) sejak Surat Perintah Kerja (SPK) diterbitkan. "Memang ditemukan beberapa SPPG yang melebihi 45 hari belum dilakukan pembangunan. Mungkin ada kendala administrasi atau hal lainnya," katanya.
Isu yang mencuat sebelumnya menyebutkan bahwa beberapa titik SPPG diduga berada di hutan dan kuburan. Yuda dengan tegas membantah adanya dapur MBG yang dibangun di area pemakaman. "Kalau yang di hutan itu karena wilayah Cilacap bagian barat memang masih banyak daerah pelosok. Ada SPPG yang dibangun di daerah terpencil, tetapi tidak di hutan. Kalau yang di kuburan, itu tidak ada," tegasnya. Ia menjelaskan bahwa lokasi-lokasi yang dianggap tidak lazim sebenarnya berada di permukiman terpencil, bukan di kawasan yang tidak semestinya.
Klarifikasi ini menjadi penting mengingat program MBG merupakan salah satu agenda prioritas nasional yang menyasar peningkatan gizi masyarakat. Di Cilacap, titik-titik SPPG tersebar di 24 kecamatan. Yuda memastikan bahwa tidak ada satu pun titik yang dibangun di lokasi ilegal atau tidak sesuai peruntukan. "Di 24 kecamatan ada semua, tersebar di seluruh kecamatan," ujarnya.
Ke depan, percepatan penyelesaian 114 titik yang masih dalam pembangunan menjadi tantangan. Yuda berharap kendala administratif dan teknis dapat segera diatasi agar seluruh dapur MBG di Cilacap dapat beroperasi penuh. Pertanyaannya, akankah BGN memberikan toleransi atau sanksi bagi proyek yang molor? Publik menunggu langkah konkret pemerintah daerah dan pusat untuk memastikan program ini berjalan sesuai target.



