Qualcomm Caplok Modular US$4 Miliar, Siap Goyang Dominasi Nvidia di Pasar AI
Baca dalam 60 detik
- Qualcomm mengakuisisi Modular senilai US$3,92 miliar melalui skema saham untuk memperkuat perangkat lunak AI lintas chip.
- Akuisisi ini menempatkan Qualcomm sebagai pesaing langsung CUDA milik Nvidia, yang selama ini menjadi fondasi ekosistem AI Nvidia.
- Langkah ini menjadi bagian dari strategi Qualcomm mengurangi ketergantungan pada chip ponsel dan merambah pusat data serta AI.

Qualcomm resmi mengakuisisi Modular, startup perangkat lunak kecerdasan buatan (AI), dalam kesepakatan saham senilai hampir US$4 miliar. Langkah ini menjadi sinyal paling jelas bahwa Qualcomm serius menantang hegemoni Nvidia di pasar AI yang selama ini dikuasai melalui platform CUDA.
Dalam transaksi yang diumumkan Rabu (24/6) waktu AS itu, Qualcomm akan menerbitkan hingga 19,2 juta lembar saham biasa kepada pemegang saham Modular. Berdasarkan harga penutupan terakhir Qualcomm, nilai kesepakatan mencapai US$3,92 miliar. Saham Qualcomm sempat terkoreksi sekitar 4% pada perdagangan tengah hari.
Modular dikenal sebagai pengembang perangkat lunak yang memungkinkan model AI berjalan di berbagai jenis chip tanpa perlu menulis ulang kode untuk setiap prosesor. Teknologi ini menjadi kunci dalam fase "inferensi" AIโtahap di mana model yang sudah dilatih digunakan untuk membuat prediksi atau keputusan. Pasar inferensi inilah yang kini menjadi medan pertempuran baru para raksasa semikonduktor.
"Kami percaya masa depan adalah milik platform horizontal yang ramah pengembang, mampu berjalan di berbagai lingkungan komputasi, dan memberi pelanggan pilihan nyata dalam menggunakan AI," ujar CEO Qualcomm Cristiano Amon dalam pernyataan resmi. Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik terselubung terhadap pendekatan tertutup Nvidia melalui CUDA.
Analis Emarketer Jacob Bourne menilai Qualcomm bertaruh bahwa dengan memiliki perangkat lunak yang mampu memeras efisiensi inferensi lebih tinggi dari perangkat keras, perusahaan bisa merebut pangsa pasar pusat data. "Ini bukan sekadar akuisisi teknologi, tapi langkah strategis untuk membangun ekosistem alternatif," kata Bourne.
Modular selama ini memposisikan diri sebagai lapisan perangkat lunak netral yang mendukung chip dari berbagai vendor, termasuk Nvidia dan AMD. Sikap ini kontras dengan CUDA yang eksklusif untuk GPU Nvidia. Dengan mengakuisisi Modular, Qualcomm tidak hanya mendapatkan teknologi, tetapi juga legitimasi sebagai pemain netral di mata pengembang.
Langkah ini merupakan bagian dari dorongan besar Qualcomm untuk mengurangi ketergantungan pada chip ponsel yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama. Perusahaan sudah bersiap mengirimkan prosesor untuk pusat data dan chip AI khusus pada akhir tahun ini. Bahkan, menurut laporan The Information, Qualcomm juga dikabarkan tengah menjajaki akuisisi startup chip AI Tenstorrent senilai US$8โ10 miliar.
Bagi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Sebagai pasar konsumen chip ponsel Qualcomm yang besar, langkah diversifikasi ke AI dan pusat data bisa berdampak pada ketersediaan teknologi dan harga perangkat di masa depan. Apalagi, pemerintah Indonesia tengah gencar mendorong adopsi AI di berbagai sektor, dari layanan publik hingga industri. Kehadiran platform AI yang lebih terbuka dan efisien bisa mempercepat transformasi digital nasional.
Kesepakatan dengan Modular dijadwalkan rampung pada paruh kedua tahun ini. Pertanyaan besarnya: apakah langkah Qualcomm cukup untuk menggoyang dominasi Nvidia yang kapitalisasi pasarnya telah menembus US$5 triliun? Atau justru akan memicu perang akuisisi baru di industri semikonduktor?



