Remaja 18 Tahun Jadi Bintang, Bosnia dan Herzegovina Kalahkan Qatar di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Bosnia dan Herzegovina menang 3-1 atas Qatar pada laga pamungkas Grup B Piala Dunia 2026, berkat penampilan gemilang remaja Kerim Alajbegovic yang mencetak gol solo spektakuler.
- Kemenangan ini membuka peluang Bosnia untuk lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik, sekaligus mengulang sukses 2014 saat mengalahkan Iran dengan skor identik.
- Qatar harus pulang lebih awal setelah hanya meraih satu poin di fase grup, sementara Bosnia menunggu hasil pertandingan lain untuk menentukan nasib mereka.

Remaja 18 tahun Kerim Alajbegovic menjadi pusat perhatian saat Bosnia dan Herzegovina mengalahkan Qatar 3-1 dalam laga pamungkas Grup B Piala Dunia 2026 di Seattle, Amerika Serikat. Kemenangan ini membawa Bosnia finis di posisi ketiga klasemen dan masih berpeluang melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Sejak menit awal, Bosnia tampil dominan. Kiper Qatar, Mahmud Abunada, beberapa kali dipaksa bekerja keras menggagalkan peluang. Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-29. Alajbegovic, pemain termuda Bosnia yang pernah tampil di Piala Dunia, menerima bola di sisi kiri, melewati dua pemain Qatar, lalu melepaskan tembakan kaki kanan yang meluncur deras ke pojok atas gawang. Gol itu menjadi sorotan utama karena kualitas eksekusi yang luar biasa.
Bosnia menggandakan keunggulan pada menit ke-34 melalui gol bunuh diri Abunada. Berawal dari tembakan setengah voli Dzeko yang mengenai paha bek kiri Qatar, Sultan Al-Brake, bola kemudian berbelok arah dan masuk ke gawang setelah mengenai kiper yang tak berdaya. Skor 2-0 bertahan hingga Qatar memperkecil ketertinggalan jelang turun minum. Edmilson Junior menarik bola dari sisi kiri untuk kapten Hassan Al-Haydos yang menyambar bola dari jarak dekat.
Di babak kedua, Qatar mencoba menyamakan kedudukan. Pelatih Julen Lopetegui memasukkan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Qatar, Almoez Ali, pada pertengahan babak. Namun, upaya Qatar gagal berbuah gol. Sebaliknya, Bosnia memastikan kemenangan pada menit ke-82 melalui gol pemain pengganti Ermin Mahmic. Tendangannya yang berbelok arah membuat Abunada tak mampu mengantisipasi.
Bagi Indonesia, kemenangan Bosnia ini menarik untuk dicermati. Keberhasilan tim yang tidak diunggulkan seperti Bosnia menunjukkan bahwa di Piala Dunia, peluang selalu ada. Selain itu, performa Alajbegovic yang masih belia bisa menjadi inspirasi bagi pesepakbola muda Indonesia yang bermimpi tampil di panggung dunia. PSSI dan klub-klub Tanah Air bisa belajar dari proses pembinaan pemain muda Bosnia yang mampu melahirkan talenta kelas dunia.
Dengan hasil ini, Qatar harus angkat koper dari turnamen setelah hanya mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan. Sementara Bosnia masih menunggu hasil pertandingan grup lain untuk mengetahui apakah mereka akan melaju ke babak 32 besar. Jika berhasil, ini akan menjadi pencapaian bersejarah bagi Bosnia yang hanya sekali sebelumnya lolos ke fase gugur, yakni pada Piala Dunia 2014. Pertanyaannya, akankah skuad asuhan Sergej Barbarez mampu menuliskan babak baru dalam sejarah sepak bola mereka?



