Babak Knockout Piala Dunia 2026: FIFA Buka Kesempatan Kedua Lewat Fantasy Knockouts
Baca dalam 60 detik
- FIFA meluncurkan Fantasy Knockouts Competition mulai babak 32 besar Piala Dunia 2026, memberi pemain yang sempat tertinggal kesempatan memulai dari awal.
- Kompetisi ini menggunakan sistem poin yang sama dengan fase grup, namun dengan papan peringkat khusus dan transfer tak terbatas hingga batas waktu kick-off.
- Bagi penggemar sepak bola Indonesia, fitur ini menjadi ajang unjuk strategi tanpa terbebani hasil buruk di fase grup, sekaligus memperdalam keterlibatan dengan turnamen.

FIFA resmi meluncurkan Fantasy Knockouts Competition untuk Piala Dunia 2026, sebuah turnamen fantasi yang dimulai dari babak 32 besar dan memberikan kesempatan kedua bagi para pemain yang kurang beruntung di fase grup. Inisiatif ini memungkinkan pengguna untuk memulai dari awal dengan papan skor bersih, tanpa harus terbebani oleh peringkat rendah sebelumnya.
Kompetisi ini akan berjalan mulai laga pembuka babak 32 besar hingga partai final di New York New Jersey pada 19 Juli 2026. Para peserta dapat mendaftarkan tim mereka sejak sekarang, dengan kebebasan melakukan transfer tanpa batas hingga batas waktu kick-off pertandingan pertama fase gugur, yaitu antara Afrika Selatan dan Kanada pukul 12.00 waktu setempat di Los Angeles.
Menurut FIFA, aturan penilaian poin dan elemen permainan lainnya tetap sama seperti di fase grup. Namun, yang membedakan adalah adanya papan peringkat khusus untuk Fantasy Knockouts Competition, sehingga pengguna bisa melacak progres mereka secara terpisah. Ini menjadi angin segar bagi mereka yang sempat melewatkan pemain bintang seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, atau Vinรญcius Jr. di awal turnamen.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, fitur ini membuka peluang untuk lebih terlibat dalam Piala Dunia 2026. Dengan basis penggemar yang besar dan antusiasme tinggi terhadap turnamen global, Fantasy Knockouts bisa menjadi ajang unjuk kemampuan strategi tanpa harus khawatir dengan hasil buruk di fase grup. Selain itu, transfer tanpa batas memungkinkan pemain untuk menyesuaikan skuad dengan performa aktual pemain di lapangan, mirip dengan strategi yang diterapkan dalam game fantasi populer lainnya.
Langkah FIFA ini juga dinilai sebagai upaya untuk mempertahankan minat pengguna sepanjang turnamen. Menurut analis olahraga digital, kompetisi fantasi fase gugur dapat meningkatkan retensi pemain hingga 30 persen karena memberikan tujuan baru setelah fase grup. โIni adalah cara cerdas untuk membuat penggemar tetap terlibat, terutama bagi mereka yang tim favoritnya sudah tersingkir,โ ujar seorang pengamat industri.
Ke depannya, kesuksesan Fantasy Knockouts Competition berpotensi menjadi model bagi turnamen-turnamen FIFA selanjutnya. Pertanyaannya, akankah inovasi serupa diterapkan di Piala Dunia Wanita atau turnamen usia muda? Yang jelas, bagi para penggemar di Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan diri sebagai manajer fantasi terbaik tanpa harus menunggu empat tahun lagi.



