Debutan Cape Verde vs Saudi Arabia: Siapa Lolos ke 32 Besar?
Baca dalam 60 detik
- Pertandingan penentuan Grup H mempertemukan Cape Verde dan Arab Saudi, dengan kedua tim masih berpeluang lolos ke babak gugur.
- Cape Verde, tim debutan yang tampil mengejutkan, mengandalkan semangat juang tinggi setelah menahan imbang Spanyol dan Uruguay.
- Arab Saudi, yang baru saja dihajar Spanyol 4-0, berharap kebangkitan di laga hidup mati ini.

Pertandingan hidup mati di Grup H Piala Dunia 2026 mempertemukan dua tim yang sama-sama belum aman: Cape Verde, kuda hitam yang mencuri perhatian, melawan Arab Saudi yang tengah bangkit dari kekalahan telak. Laga di Houston, Jumat (24/6) ini akan menentukan siapa yang berhak menemani Spanyol ke babak 32 besar.
Situasi Grup H masih terbuka lebar. Spanyol memuncaki klasemen dengan empat poin, disusul Uruguay dan Cape Verde yang sama-sama mengoleksi dua angka, sementara Arab Saudi baru mengantongi satu poin. Artinya, keempat tim masih berpeluang lolos, menjadikan laga ini krusial bagi kedua tim yang saling berhadapan.
Cape Verde, yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia, telah menjadi cerita manis turnamen ini. Mereka sukses menahan imbang Spanyol tanpa gol, lalu bermain imbang 2-2 melawan Uruguay dengan semangat pantang menyerah. Pelatih Bubista menegaskan timnya tidak hanya datang untuk berpartisipasi. โSejak awal kami ingin bersaing di level tertinggi. Lebih dari hasil, kami ingin menunjukkan identitas, kekuatan, persatuan, dan ketahanan,โ ujarnya. โKami di sini untuk mewujudkan mimpi baru: lolos ke babak kedua.โ
Di kubu lawan, Arab Saudi datang dengan modal kurang meyakinkan setelah dihancurkan Spanyol 4-0 pada pertandingan sebelumnya. Namun, pelatih Georgios Donis, yang baru menangani tim sejak April, optimistis anak asuhnya bisa bangkit. Ia mempertahankan keyakinannya terhadap skuad, meski mendapat kritik. โSaya bangga dengan apa yang dilakukan pemain setiap hari. Saya tidak akan kehilangan rasa bangga setelah hasil buruk,โ kata Donis. Gelandang Mohamed Kanno diharapkan kembali menjadi starter setelah hanya dimainkan di babak kedua melawan Spanyol.
Bagi Indonesia, laga ini menarik untuk dicermati. Arab Saudi merupakan salah satu kekuatan sepak bola Asia yang kerap menjadi tolok ukur bagi Timnas Indonesia. Keberhasilan atau kegagalan mereka di Piala Dunia bisa menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan sepak bola nasional. Sementara itu, kisah Cape Verde sebagai tim debutan yang berani melawan raksasa Eropa dan Amerika Selatan bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara yang baru merintis kiprah di pentas dunia.
Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. Cape Verde mengandalkan kolektivitas dan semangat juang, sementara Arab Saudi berharap pengalaman dan kualitas individu seperti Salem Al-Dawsari bisa menjadi pembeda. Faktor kelembaban Houston juga bisa menjadi kendala, terutama bagi Cape Verde yang mungkin kehabisan tenaga di babak kedua.
Jika Cape Verde menang, mereka akan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sebaliknya, Arab Saudi yang terakhir kali melaju ke babak knockout pada 1994, bertekad mengulang prestasi tersebut. Satu hal yang pasti: laga ini akan menjadi penentu nasib salah satu tim untuk melanjutkan perjalanan atau pulang lebih awal.



