Swiss Kokoh di Puncak Grup B, Bosnia dan Herzegovina Masih Berpeluang ke 32 Besar
Baca dalam 60 detik
- Swiss memastikan status juara Grup B Piala Dunia 2026 setelah menekuk Kanada 2-1, berkat aksi gemilang Johan Manzambi.
- Bosnia dan Herzegovina mengalahkan Qatar 3-1 dan masih berpeluang lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
- Remaja 18 tahun Kerim Alajbegovic mencetak sejarah sebagai pencetak gol termuda dari luar kotak penalti di Piala Dunia.

Laga pamungkas Grup B Piala Dunia 2026 menyajikan dua pertandingan sengit yang menentukan nasib empat tim. Swiss sukses mengamankan posisi puncak klasemen setelah menundukkan Kanada 2-1, sementara Bosnia dan Herzegovina masih menyimpan asa melaju ke babak 32 besar usai membekuk Qatar 3-1.
Pertandingan antara Swiss dan Kanada di Vancouver menjadi duel perebutan status juara grup. Anak asuh Marat Yakin tampil trengginas sejak menit awal. Johan Manzambi, pemain muda berusia 20 tahun asal Jenewa, kembali menjadi bintang lapangan. Ia menciptakan gol pembuka dan kemudian mencetak gol kedua untuk membawa timnya unggul cepat. Kanada sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Promise David yang masuk sebagai pemain pengganti, namun Swiss berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Hasil ini memastikan Swiss tetap bermain di British Columbia pada babak 32 besar, sementara Kanada harus melaju ke California.
Di sisi lain, Bosnia dan Herzegovina meraih kemenangan krusial atas Qatar. Gol-gol dari Kerim Alajbegovic dan bunuh diri Mahmoud Abunada membawa Bosnia unggul 2-0 di babak pertama. Qatar memperkecil ketertinggalan melalui Hassan Alhaydos, dan Pedro Miguel nyaris menyamakan kedudukan andai tembakannya tidak membentur tiang gawang. Namun, gol telat dari pemain pengganti Ermin Mahmic memastikan kemenangan 3-1 bagi Bosnia. Dengan tiga poin ini, Bosnia masih memiliki peluang besar untuk lolos sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik.
Pertandingan ini juga mencatatkan rekor individu yang menarik. Kerim Alajbegovic, yang baru berusia 18 tahun 276 hari, resmi menjadi pencetak gol termuda dari luar kotak penalti dalam sejarah Piala Dunia. Sementara itu, Ruben Vargas dari Swiss hanya membutuhkan waktu 39 detik di babak kedua untuk mencetak gol, menjadikannya gol tercepat di babak kedua dalam 16 tahun terakhir.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa gemilang para pemain muda seperti Manzambi dan Alajbegovic menjadi pengingat akan pentingnya pembinaan usia dini. Timnas Indonesia sendiri tengah gencar mematangkan skuad muda untuk persiapan kualifikasi Piala Dunia mendatang. Keberhasilan Swiss dan Bosnia yang mengandalkan pemain belia bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola nasional.
Dengan hasil ini, peta persaingan di Grup B semakin jelas. Swiss akan menghadapi lawan dari Grup A atau F di babak 32 besar, sementara Bosnia harus menunggu hasil laga grup lain untuk memastikan kelolosan. Pertanyaan besarnya: akankah Bosnia mampu memanfaatkan peluang tipis ini dan melaju ke fase gugur?



