Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil: Hitung Mundur Dimulai, 14 Tim Sudah Lolos
Baca dalam 60 detik
- Brasil resmi memulai hitung mundur satu tahun menuju Piala Dunia Wanita 2027, dengan 14 dari 32 tim telah memastikan tiket.
- Turnamen ini akan menjadi edisi pertama yang digelar di Amerika Selatan, diharapkan meninggalkan warisan abadi bagi sepak bola wanita di kawasan tersebut.
- Undian babak grup dijadwalkan akhir tahun ini, sementara tiket akan segera tersedia secara daring.

Brasil resmi memasuki hitung mundur satu tahun menuju gelaran Piala Dunia Wanita FIFA 2027, yang akan berlangsung pada 24 Juni hingga 25 Juli 2027. Sebanyak 14 tim telah mengamankan tempat di turnamen 32 peserta, termasuk tuan rumah, sementara slot tersisa akan diperebutkan melalui kualifikasi yang masih berjalan.
Perayaan nasional digelar di delapan kota tuan rumah—Belo Horizonte, Brasília, Fortaleza, Porto Alegre, Recife, Rio de Janeiro, Salvador, dan São Paulo. Patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro diterangi dengan merek Piala Dunia Wanita 2027 dan pesan 'satu tahun lagi', sementara mural seni jalanan diresmikan di setiap kota. Kegiatan komunitas seperti pemutaran film dokumenter tentang perintis sepak bola wanita Brasil untuk anak-anak di Brasília menjadi sorotan.
Secara internasional, tim eksekutif FIFA27 yang tengah berada di Amerika Serikat untuk mempelajari operasional Piala Dunia 2026 mengadakan acara media di Museum FIFA Miami. FIFA Chief Football Officer Jill Ellis menyebut turnamen ini sebagai 'Piala Dunia Wanita terbesar dalam sejarah' dan menekankan bahwa semua mata akan tertuju ke Brasil dalam 12 bulan mendatang.
Legenda Brasil Marta, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen, menyampaikan antusiasmenya melalui video. Ia menyebut momen mendengar lagu kebangsaan di stadion sebagai puncak karier dan berharap dukungan masyarakat Brasil terus mengalir. Mantan pemain timnas Formiga dan Cristiane juga menekankan pentingnya turnamen ini bagi generasi mendatang. 'Ini adalah kesempatan untuk menginspirasi dan membantu olahraga kami tumbuh dan mapan di negara kami,' ujar Cristiane.
Menteri Olahraga Brasil Paulo Henrique Cordeiro menegaskan komitmen pemerintah untuk meninggalkan warisan abadi. Sementara itu, Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Brasil Michelle Ramalho menyoroti kerja sama yang sedang dibangun untuk menyukseskan turnamen. 'Kami membangun sesuatu yang akan menginspirasi generasi mendatang anak perempuan dan wanita dalam sepak bola,' katanya.
Bagi Indonesia, ajang ini menjadi momentum untuk belajar dari Brasil dalam mengelola turnamen besar dan mengembangkan sepak bola wanita. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, potensi pemain wanita Indonesia masih besar namun belum tergarap optimal. Keberhasilan Brasil menyelenggarakan Piala Dunia Wanita pertama di Amerika Selatan bisa menjadi pemicu bagi negara-negara Asia Tenggara untuk lebih serius mengembangkan ekosistem sepak bola wanita.
Pertanyaannya, mampukah Brasil tidak hanya menjadi tuan rumah yang sukses, tetapi juga meninggalkan warisan yang benar-benar mengubah wajah sepak bola wanita di kawasan? Ataukah turnamen ini hanya akan menjadi pesta sesaat tanpa dampak jangka panjang? Jawabannya baru akan terlihat setelah peluit akhir dibunyikan pada Juli 2027.



