Kronologi Hilangnya ASN Bangkalan Berujung Peti Mati di Bandara Juanda
Baca dalam 60 detik
- Seorang pejabat ASN di Bangkalan ditemukan tewas di dalam mobil dinasnya yang terparkir di Bandara Juanda, enam hari setelah pamit rapat.
- Keluarga baru menyadari keanehan setelah korban tak bisa dihubungi pada Sabtu sore, padahal paginya masih berkomunikasi dengan anak.
- Pemkab Bangkalan masih menunggu hasil investigasi polisi untuk mengungkap penyebab kematian dan memastikan status kendaraan dinas.

Enam hari setelah pamit mengikuti rapat, seorang pejabat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinasnya yang terparkir di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Korban berinisial RJS (50) yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) itu terakhir terlihat pada Kamis, 18 Juni 2026, sebelum akhirnya ditemukan pada Rabu, 24 Juni 2026.
Mobil Toyota Innova hitam bernomor polisi M 1090 GP yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) merupakan kendaraan dinas milik Pemkab Bangkalan. Keberadaan mobil berpelat merah di area bandara itu sontak mengundang tanda tanya, terutama karena korban tidak pernah memberi tahu keluarganya mengenai agenda perjalanan ke luar kota. Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa korban hanya berpamitan akan pulang pada Sabtu (20/6) karena ada rapat, tanpa menyebut lokasi pasti.
Keluarga mulai merasa ada yang tidak beres pada Sabtu sore ketika nomor telepon korban mendadak tidak aktif. Padahal, pada pagi harinya korban masih sempat berkomunikasi dengan anaknya. Risang menuturkan bahwa kejanggalan semakin terasa karena korban dikenal selalu dapat dihubungi. Sebelum hilang, status WhatsApp korban sempat menampilkan lokasi di kawasan Batu atau Malang, Jawa Timur, namun informasi itu tidak pernah disampaikan langsung kepada keluarga.
Upaya pencarian dilakukan keluarga sejak Minggu (21/6) dengan menghubungi kerabat dan kenalan. Rencana untuk melapor ke polisi sebagai orang hilang sudah disiapkan pada Selasa (24/6), namun sebelum laporan dibuat, kabar duka justru datang lebih dulu. Korban ditemukan meninggal di dalam mobil dinasnya yang terparkir di Bandara Juanda. Hingga kini, penyebab kematian masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
"Korban pamit kepada anaknya bahwa kemungkinan pulang hari Sabtu karena ada rapat. Tetapi tidak menyebutkan rapat di mana atau akan pergi ke daerah mana," ujar Risang Bima Wijaya, kuasa hukum keluarga.
Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Jakfar, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim khusus ke lokasi di Sidoarjo untuk melakukan verifikasi dan memastikan keabsahan status kendaraan dinas tersebut. "Masih dicek, Dinas PRKP lagi kroscek ke TKP," ungkap Fauzan. Sementara itu, General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, memastikan manajemen bandara mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwajib.
Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan: apa yang menyebabkan seorang pejabat ASN meninggal di dalam mobil dinasnya di area bandara, dan mengapa tidak ada laporan kehilangan yang lebih awal? Keluarga berharap hasil autopsi dan penyelidikan polisi dapat mengungkap misteri di balik peristiwa ini.



