Setelah Araujo, Liverpool Incar Endrick: Rekrutan Anyar Andoni Iraola di Lini Serang?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool serius menjajaki pinjaman Endrick dari Real Madrid, dengan syarat opsi pembelian yang masih alot.
- Andoni Iraola, pelatih anyar Liverpool, dikenal sukses mengorbitkan penyerang seperti Antoine Semenyo di Bournemouth.
- Potensi transfer ini menjadi sinyal ambisi Liverpool menambah daya gedor untuk bersaing di papan atas Premier League musim depan.

Liverpool belum berhenti berbenah jelang musim 2026/27. Setelah mengamankan bek tengah Ronald Araujo dari Barcelona, The Reds dikabarkan mengalihkan fokus ke lini depan dengan membidik penyerang muda Real Madrid, Endrick. Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajer Andoni Iraola tak ingin kecolongan dalam perburuan gelar Premier League.
Menurut laporan TEAMtalk, Liverpool termasuk salah satu klub yang telah mengadakan pembicaraan dengan Real Madrid terkait ketersediaan Endrick. Los Blancos bersedia melepas pemain Brasil itu dengan status pinjaman, namun enggan menyertakan klausul pembelian permanen—syarat yang justru ingin dicantumkan Liverpool dalam kesepakatan. Situasi ini menjadi batu sandungan di tengah keinginan kedua klub untuk mencapai kata sepakat.
Endrick, yang kini berusia 20 tahun, direkrut Real Madrid dari Palmeiras pada 2024 dengan nilai transfer mencapai £51 juta. Meski belum menembus tim utama secara reguler, penyerang bertipikal agresif ini menunjukkan kelasnya saat dipinjamkan ke Lyon pada paruh kedua musim 2025/26. Dalam 14 penampilan sebagai starter, ia mencatatkan 12 kontribusi gol—sebuah bukti ketajaman yang sulit diabaikan.
Ketertarikan Liverpool pada Endrick tak lepas dari rekam jejak Iraola dalam mengembangkan penyerang. Di Bournemouth, ia berhasil mengubah Antoine Semenyo menjadi mesin gol yang kemudian diboyong Manchester City pada Januari lalu. Kini, Iraola disebut-sebut ingin mengulang kesuksesan serupa dengan membentuk 'Semenyo versi baru' di Anfield—dan Endrick dinilai punya profil yang cocok: kuat, lincah, serta mampu bermain di beberapa posisi depan.
Di sisi lain, kebutuhan Liverpool akan penyerang tambahan memang mendesak. Setelah kehilangan beberapa pemain kunci dan performa lini depan yang menurun musim lalu, kedalaman skuad menjadi pekerjaan rumah utama Iraola. Meski Araujo diharapkan menjadi tembok kokoh di lini belakang, tanpa tambahan amunisi di depan, peluang Liverpool bersaing dengan klub-klub elite Eropa lainnya bisa kembali terhambat.
Endrick sendiri bukan nama asing bagi pengamat sepak bola. Scout Jacek Kulig bahkan menyebutnya sebagai talenta "11/10"—sebuah penilaian langka yang menunjukkan potensi luar biasa. Kemampuannya beradaptasi cepat terbukti saat ia mencetak hattrick di Ligue 1 hanya beberapa pekan setelah bergabung dengan Lyon. Jika kepindahan ke Liverpool terwujud, ia bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan, baik secara sportif maupun komersial.
“Endrick adalah tipe penyerang yang bisa menjadi pembeda di laga-laga besar. Pengalamannya di Eropa, meski singkat, menunjukkan ia siap bersaing di level tertinggi,” ujar seorang analis sepak bola Eropa yang enggan disebut namanya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klim Eropa berlomba merekrut bakat muda dunia. Endrick, yang namanya sempat mencuat sebagai wonderkid Brasil, kini menjadi rebutan klub sebesar Liverpool. Jika transfer ini tuntas, ia akan menjadi salah satu pemain Amerika Selatan yang sukses menembus Premier League—sebuah inspirasi bagi pesepak bola muda di Asia, termasuk Indonesia, bahwa kerja keras dan konsistensi bisa membawa mereka ke panggung terbesar.
Namun, masih ada ganjalan: Real Madrid enggan melepas Endrick dengan opsi pembelian. Liverpool pun harus berpikir ulang apakah pinjaman tanpa jaminan permanen sepadan dengan risiko. Pertanyaannya, akankah FSG mengambil keputusan berani demi memenuhi ambisi Iraola? Atau justru beralih ke target lain yang lebih realistis? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah bursa transfer musim panas ini.



