George North Pensiun dengan Gaya: Dua Try dan Konversi Terakhir untuk Barbarians
Baca dalam 60 detik
- Wales mengalahkan Barbarians 33-31 dalam laga uji coba yang diwarnai penampilan pamungkas George North dengan dua try dan satu konversi.
- Pertandingan di Allianz Stadium hanya dihadiri kurang dari 20.000 penonton, mencerminkan rendahnya daya tarik laga non-resmi di luar siklus Piala Dunia.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga Wales menjelang Nations Championship, meski masih banyak aspek yang perlu diperbaiki.

George North menutup karier gemilangnya di dunia rugby dengan cara yang tak terlupakan: dua try dan satu konversi saat membela Barbarians melawan Wales di Allianz Stadium, London, Sabtu (22/6). Meski timnya kalah 31-33, publik tetap memberikan penghormatan tertinggi kepada legenda Wales berusia 32 tahun itu.
Dalam suhu 32 derajat Celsius, Wales unggul lima try melalui Dan Edwards (dua), Kieran Hardy, Reuben Morgan-Williams, dan Ellis Mee. Namun sorotan tetap tertuju pada North yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Sentuhan pertamanya langsung berbuah try, dan ia menutup laga dengan konversi pada menit akhir—sebuah momen yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Pertandingan ini merupakan bagian dari persiapan Wales menuju Nations Championship yang akan dimulai pekan depan melawan Fiji. Pelatih interim Jonathan Tandy harus merotasi skuad karena laga ini digelar di luar jendela resmi World Rugby, sehingga ia hanya bisa memanggil pemain dari empat region domestik. Sebanyak 12 pemain yang bermain di Inggris dan Prancis absen, termasuk Tomos Williams, Dafydd Jenkins, dan Louis Rees-Zammit yang akan kembali untuk turnamen nanti.
Kapten Barbarians, Faf de Klerk, memuji kekuatan paket depan timnya yang disebutnya sebagai salah satu yang terbesar pernah ia mainkan. Namun, Wales justru tampil dominan di awal melalui dorongan maju yang kuat. Sayangnya, kesalahan handling mewarnai permainan kedua tim, dan Wales hanya unggul sembilan poin saat turun minum.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, laga ini mungkin tidak terlalu relevan secara langsung, tetapi menunjukkan betapa ketatnya persaingan di level internasional. Wales, yang sempat terpuruk setelah Piala Dunia 2023, mulai menunjukkan kebangkitan. Sementara itu, Barbarians—tim undangan yang berisi pemain dari 11 negara—membuktikan bahwa rugby tetap menjadi olahraga global dengan daya tarik lintas batas.
Ke depan, Wales harus segera berbenah jika ingin bersaing di Nations Championship melawan Fiji, Argentina, dan Afrika Selatan. Pertanyaan besarnya: mampukah mereka mempertahankan momentum positif ini, atau justru kembali ke performa inkonsisten seperti sebelumnya?



