Prabowo dan Tito Karnavian Hadir di PENAS Petani Nelayan: Transformasi Teknologi Jadi Kunci Swasembada Pangan
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto bersama Mendagri Tito Karnavian membuka Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, dihadiri 50 ribu peserta.
- Tema acara menitikberatkan pada adopsi teknologi pertanian modern untuk mencapai swasembada pangan nasional.
- Prabowo menegaskan ikatan historis antara TNI dan petani-nelayan, serta meninjau inovasi budidaya padi sistem canggih.

Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6). Kehadiran kepala negara dalam forum yang mempertemukan puluhan ribu pelaku sektor pangan ini menegaskan prioritas pemerintah pada transformasi teknologi pertanian sebagai jalan menuju swasembada pangan.
Mengusung tema "Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional", acara tersebut dihadiri sekitar 50 ribu peserta. Mereka berasal dari kalangan petani, nelayan, perangkat daerah, organisasi profesi, hingga pelaku usaha di sektor pertanian dan pangan. Skala partisipasi yang besar ini mencerminkan urgensi kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas undangan yang memungkinkannya bertatap muka langsung dengan para petani dan nelayan. Ia menekankan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki makna mendalam mengingat sejarah panjang keterlibatannya di dunia pertanian. Menurutnya, hubungan antara dirinya dan komunitas petani-nelayan telah terjalin erat sejak lama.
"Saya mantan prajurit Indonesia, dan prajurit Indonesia dari lahirnya tentara Indonesia, prajurit Indonesia, tentara Indonesia selalu didukung oleh petani dan nelayan, selalu dibantu oleh petani dan nelayan," ujar Prabowo dalam keterangan tertulis yang dirilis Kementerian Dalam Negeri. Pernyataan ini menggarisbawahi ikatan historis antara institusi militer dan sektor pangan rakyat, yang menurutnya menjadi fondasi ketahanan nasional.
Usai memberikan sambutan, Prabowo meninjau sejumlah inovasi yang dipamerkan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS). Sistem ini menawarkan pendekatan budidaya padi yang lebih efisien dan produktif. Selain itu, ia juga menyusuri area Gelar Teknologi yang menampilkan inovasi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, serta berbagai teknologi pendukung swasembada pangan.
Kehadiran sejumlah pejabat tinggi turut mewarnai acara tersebut. Selain Mendagri Tito Karnavian, tampak hadir para menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta pejabat terkait lainnya. Kehadiran pimpinan TNI dan Polri menegaskan sinergi sipil-militer dalam upaya mencapai kemandirian pangan.
Bagi Indonesia, momentum PENAS ini menjadi barometer keseriusan pemerintah dalam mendorong adopsi teknologi di kalangan petani dan nelayan. Dengan target swasembada pangan yang kerap dicanangkan, transformasi teknologi bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Pertanyaan yang mengemuka: sejauh mana inovasi yang dipamerkan dapat diadopsi secara massal oleh petani kecil di pelosok negeri?



