Newcastle Berburu Fikayo Tomori di Tengah Aksi Jual Murah AC Milan
Baca dalam 60 detik
- AC Milan dikabarkan memulai aksi jual pemain, membuka peluang Newcastle United mengamankan bek incaran lamanya, Fikayo Tomori.
- The Magpies tengah gencar membangun skuad baru di bawah Matthias Jaissle setelah kehilangan sejumlah pilar utama di bursa transfer musim panas ini.
- Kesepakatan untuk Tomori berpotensi dipercepat dalam beberapa hari, seiring kebutuhan dana segar Milan dan keinginan kedua klub untuk segera menuntaskan negosiasi.

Newcastle United bergerak cepat memanfaatkan situasi darurat keuangan AC Milan. Klub Liga Inggris itu dikabarkan akan mempercepat perburuan bek tengah Fikayo Tomori setelah laporan dari Italia menyebut Rossoneri mulai melego sejumlah pemainnya pada pekan ini.
Musim panas di St James' Park memang berlangsung kacau. Pelatih Eddie Howe hengkang setelah hampir lima tahun membesut tim, Anthony Gordon dilepas ke Barcelona, Sandro Tonali menjadi rekrutan termahal Tottenham Hotspur, dan Bruno Guimaraes menyusul ke Arsenal. Kepergian dua gelandang andalan itu membuat lini tengah Newcastle kehilangan kreativitas dan daya gedor. Namun, di tengah hiruk-pikuk negosiasi, peluang baru muncul dari San Siro.
Menurut laporan Corriere dello Sport yang dikutip Sport Witness, Milan mulai menggelar "obral pemain" akhir pekan ini. Pelatih Ruben Amorim ingin merampingkan skuad, dan Tomori disebut menunggu tawaran untuk hengkang. Newcastle, yang sudah lama dikaitkan dengan bek asal Inggris itu, kini memiliki peluang terbaik untuk menuntaskan kesepakatan. West Ham United sempat mengajukan tawaran senilai 15 juta euro (sekitar Rp260 miliar), tetapi Milan menolak karena menginginkan angka mendekati 20 juta euro (sekitar Rp346 miliar) plus bonus. Kini, dengan kebutuhan dana untuk mendanai pembelian pemain baru, jarak tersebut diperkirakan bisa dijembatani.
Kembalinya Tomori ke Inggris pada usia 28 tahun bisa menjadi babak baru bagi kariernya. Banyak pihak menilai bek tersebut masih memiliki kualitas untuk tampil di level tertinggi. Pengalamannya di Serie A dan Liga Champions akan menjadi aset berharga bagi lini pertahanan Newcastle yang tengah dalam transisi. Pelatih Matthias Jaissle, yang baru ditunjuk memimpin proyek rebuild, membutuhkan pemain berpengalaman untuk memperkuat skuadnya.
Namun, Tomori bukan satu-satunya target Newcastle. Klub juga dikabarkan menyiapkan tawaran untuk gelandang Borussia Dortmund, Felix Nmecha. Hanya saja, harga yang diminta Dortmund disebut "astronomis" oleh direktur olahraga mereka. Laporan menyebutkan tawaran di atas 86 juta poundsterling (sekitar Rp1,7 triliun) hingga 103 juta poundsterling (sekitar Rp2 triliun) diperlukan untuk memboyong pemain timnas Jerman itu. Angka tersebut akan memecahkan rekor transfer Newcastle. Nmecha dianggap sebagai pengganti ideal untuk Guimaraes dan Tonali, dengan kemampuan teknis dan fisik yang mumpuni.
Selain itu, Newcastle juga dikaitkan dengan Pierre-Emile Hojbjerg dari Marseille. Gelandang asal Denmark itu diharapkan membawa kepemimpinan dan pengalaman Premier League setelah empat musim membela Tottenham. Kombinasi perekrutan Hojbjerg, Nmecha, dan Tomori akan mengubah wajah skuad Newcastle secara signifikan.
Di tengah gencarnya aktivitas transfer, ada kabar positif lain: Lewis Hall dikabarkan akan bertahan di klub setelah Manchester United mengalihkan fokus ke pemain muda Spanyol, Jorge Salinas. Hal ini memberikan sedikit kestabilan di lini pertahanan Newcastle.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle ini menarik untuk disimak. Klub yang dimiliki pengusaha asal Arab Saudi itu menunjukkan ambisi besar untuk kembali bersaing di papan atas Premier League. Kehadiran pemain-pemain baru berkualitas akan meningkatkan daya saing liga, yang juga berdampak pada persaingan di kompetisi Eropa. Selain itu, ketertarikan klub-klub Inggris pada pemain-pemain top Eropa kerap memicu minat publik Indonesia terhadap bursa transfer, terutama dengan banyaknya penggemar sepak bola Inggris di tanah air.
Dengan masih banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, Jaissle memiliki waktu yang sibuk di sisa bursa transfer. Namun, untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan, arah kebijakan transfer Newcastle mulai terlihat lebih jelas. Pertanyaannya, akankah mereka mampu mengamankan semua target utama sebelum jendela transfer ditutup?



