Marc Klok Ikut Program Eksekutif FIFA di Piala Dunia 2026, Soroti Performa Mbappe
Baca dalam 60 detik
- Kapten Persib Bandung, Marc Klok, menjadi satu dari sedikit pemain yang diundang FIFA mengikuti Player Executive Program di Piala Dunia 2026.
- Program ini dirancang untuk mempersiapkan pesepak bola aktif mengisi posisi manajemen puncak di industri sepak bola global setelah pensiun.
- Klok menilai Kylian Mbappe dan Lionel Messi sebagai pemain paling sulit dihentikan, sambil mengapresiasi kejutan Tanjung Verde dan Maroko.

Kapten Persib Bandung, Marc Klok, mendapatkan undangan eksklusif dari FIFA untuk menghadiri Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat sekaligus mengikuti program pengembangan karier pasca-pensiun. Gelandang berusia 33 tahun itu menjadi peserta Player Executive Program, sebuah inisiatif FIFA yang menyasar pemain aktif agar kelak mampu menduduki jabatan strategis di manajemen sepak bola dunia.
Klok mengaku bahwa pengalaman ini menjadi momen langka dalam perjalanan profesionalnya. Ia tidak hanya menyaksikan langsung pertandingan-pertandingan Piala Dunia, tetapi juga mendapatkan pelatihan khusus yang dirancang untuk membekali para pemain dengan keterampilan di luar lapangan. "Undangan dari FIFA ini sangat spesial. Saya mengikuti Player Executive Program yang fokus pada kehidupan setelah sepak bola," ujar Klok saat dihubungi wartawan, Rabu (24/6/2026).
Program tersebut, menurut Klok, menjadi ajang memperluas jaringan dan memperdalam pemahaman tentang industri sepak bola global. Ia juga berencana mengambil lisensi kepelatihan atau manajerial yang relevan untuk masa depannya. "Saya ingin membangun koneksi, mengambil pelajaran, dan mencoba mendapatkan lisensi yang layak untuk berkarier di industri sepak bola. Saya merasa sukses dan berhasil," tambahnya.
Selama di Amerika, Klok menyempatkan diri menonton pertandingan fase grup antara Uruguay dan Tanjung Verde di Stadion Miami, Florida. Ia mengaku terkesan dengan performa Tanjung Verde yang tampil sebagai debutan. "Mungkin di luar ekspektasi, mereka luar biasa melawan Uruguay. Saya yakin mereka punya peluang besar untuk lolos," katanya. Klok juga memuji penampilan Maroko yang konsisten dan Belanda yang menghancurkan Swedia 5-1.
Menyoal performa individu, Klok menempatkan Kylian Mbappe sebagai pemain paling sulit dihentikan di Piala Dunia 2026. Dalam dua laga terakhir, Mbappe telah mengoleksi tiga gol. "Untuk pemain paling alien, saya pikir Mbappe, sangat-sangat gila. Messi juga. Mungkin dua ini sangat berbeda dari yang lain, sampai sekarang," jelasnya. Pujian itu menunjukkan betapa dominannya kedua megabintang tersebut di panggung sepak bola dunia.
Bagi sepak bola Indonesia, kehadiran Klok di Piala Dunia 2026 membawa angin segar. Ia tidak hanya menjadi duta informal bagi Persib dan Liga Indonesia, tetapi juga membuka peluang bagi pemain lain untuk mengikuti jejak serupa. Program FIFA semacam ini bisa menjadi model bagi PSSI dalam menyiapkan regenerasi manajemen sepak bola nasional. Pertanyaannya, akankah federasi Indonesia mulai melirik program serupa untuk pemain-pemain seniornya?



