Kasus Nancy Guthrie: Polisi Selidiki Surat Tebusan Ketiga, Kredibilitas Dipertanyakan
Baca dalam 60 detik
- Penyidik Pima County bersama FBI mengonfirmasi adanya surat tebusan baru dalam kasus hilangnya Nancy Guthrie, ibu dari presenter Savannah Guthrie.
- Dua surat sebelumnya telah dipublikasikan pada Agustus untuk memancing ingatan publik, namun belum menghasilkan petunjuk signifikan.
- Kemunculan surat ketiga memicu spekulasi di media sosial, sementara otoritas belum memastikan keasliannya.

Otoritas penegak hukum di Arizona, Amerika Serikat, tengah menelaah sebuah surat tebusan baru yang diduga terkait dengan kasus hilangnya Nancy Guthrie, ibu dari pembawa acara Today Show, Savannah Guthrie. Kepolisian Pima County (PCSD) melalui satuan tugas bersama FBI menyatakan surat tersebut baru-baru ini sampai ke tangan penyidik, meski belum ada rincian isi maupun pengirim yang diungkap ke publik.
Kasus ini mencuat setelah Nancy, seorang lansia, dilaporkan menghilang dari kediamannya di Arizona pada awal Februari. Dua surat tebusan sebelumnya telah dirilis ke publik pada Agustus lalu oleh PCSD dengan harapan dapat menggugah ingatan masyarakat. Namun, hingga kini, keberadaan Nancy masih misteri, dan penyelidikan belum menemukan titik terang yang mengarah pada pelaku.
Dalam pernyataan resminya, PCSD mengungkapkan bahwa tim investigasi baru saja mengetahui adanya kemungkinan surat tebusan baru. Mereka juga mencermati komentar-komentar di media sosial yang membahas surat tersebut, sembari menilai kredibilitas informasi yang beredar. "Kami sedang mendalami informasi ini untuk menentukan apakah layak ditindaklanjuti," ujar perwakilan kepolisian, tanpa memerinci lebih lanjut.
Kepala Kepolisian Pima County, Chris Nanos, dalam sebuah video yang diunggah di platform X, menjelaskan alasan di balik publikasi dua surat sebelumnya. Menurutnya, langkah itu diambil untuk memberikan kejelasan informasi kepada publik, sekaligus berharap ada seseorang yang mengenali gaya bahasa atau pola tulisan dalam surat tersebut. "Kami ingin masyarakat melihat sendiri isinya, mungkin ada yang pernah mendengar atau mengetahui sesuatu," kata Nanos. Ia menambahkan bahwa timnya menemukan sejumlah hal yang meresahkan dalam surat-surat itu, sehingga mendorong mereka untuk membuka informasi seluas mungkin.
Surat pertama yang ditujukan kepada Savannah Guthrie berisi ancaman bahwa Nancy akan ditahan maksimal tujuh hari dan dibebaskan setelah tebusan dibayarkan. Pengirimnya meminta agar stasiun televisi setempat mentransfer Bitcoin senilai US$4 juta sebelum tenggat waktu yang ditentukan. Sementara surat kedua, yang dialamatkan kepada keluarga Guthrie, mengklaim bahwa Nancy telah meninggal tak lama setelah diculik dan dimakamkan secara alami. "Kami tidak bermaksud menyakitinya. Kami turut berduka," demikian bunyi surat tersebut.
"Kami melihat ada banyak hal dalam surat-surat itu yang sangat mengkhawatirkan tim investigasi. Kami berharap dengan merilis surat aslinya, masyarakat dapat memberikan respons," ujar Chris Nanos, Kepala Kepolisian Pima County.
Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan apakah surat ketiga ini benar-benar dari pihak yang bertanggung jawab atau hanya upaya pengalihan. Publikasi dua surat sebelumnya sempat menuai kritik karena dianggap mengganggu penyelidikan, namun kepolisian beralasan bahwa transparansi diperlukan untuk memancing partisipasi publik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai perkembangan pencarian Nancy Guthrie.
Kasus ini menyoroti tantangan penegakan hukum dalam menghadapi kejahatan yang memanfaatkan teknologi, seperti tuntutan tebusan melalui mata uang kripto. Di Indonesia, modus serupa juga mulai muncul dalam beberapa tahun terakhir, meski dengan skala yang berbeda. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi penyalahgunaan teknologi dalam aksi kriminal, terutama yang menyasar kelompok rentan seperti lansia.
Ke depan, penyidik diharapkan dapat segera memverifikasi keaslian surat ketiga dan mengungkap tabir di balik hilangnya Nancy Guthrie. Pertanyaannya, akankah surat-surat ini menjadi kunci pemecahan kasus, atau justru menambah kompleksitas penyelidikan yang sudah berjalan berbulan-bulan?



