Kunjungan Kenegaraan ke Belgia, Kaisar Naruhito Doakan Persahabatan Abadi
Baca dalam 60 detik
- Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako menghadiri jamuan kenegaraan di Brussel, menandai 160 tahun hubungan diplomatik Jepang-Belgia.
- Dalam pidatonya, Kaisar menekankan pentingnya kerja sama di bidang semikonduktor dan peran Belgia sebagai hub bagi perusahaan Jepang.
- Kunjungan ini juga menjadi momen langka di mana keempat anak Raja Philippe turut serta dalam jamuan untuk tamu negara.

Kaisar Jepang Naruhito menyampaikan harapan agar persahabatan antara Jepang dan Belgia terus terjalin erat dalam jamuan kenegaraan di Brussel, Selasa malam (24/6). Acara yang digelar di Kastil Laeken ini menjadi puncak kunjungan kenegaraan pertama sang Kaisar ke Belgia sekaligus menandai 160 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Dalam pidato berbahasa Jepang di hadapan Raja Philippe dan Ratu Mathilde, Kaisar Naruhito menyebut kedua negara sebagai "teman lama yang tak tergantikan." Ia mendoakan agar ikatan yang telah terjalin sejak kunjungan Kakeknya, Kaisar Hirohito, pada 1921 itu terus bertambah erat. "Saya senang dapat menorehkan lembaran baru dalam sejarah pertukaran kita," ujarnya.
Kaisar Naruhito juga menyoroti peran Belgia sebagai pusat penting bagi perusahaan-perusahaan Jepang di Eropa. Ia menyambut baik kerja sama di bidang-bidang baru, termasuk semikonduktor, yang dinilai strategis bagi kedua negara. Tak lupa, ia mendoakan kesuksesan tim sepak bola Jepang dan Belgia yang tengah bertanding di Piala Dunia.
Raja Philippe, dalam sambutannya, menyapa keluarga kekaisaran dengan ucapan "Selamat datang di Belgia" dalam bahasa Jepang. Ia menegaskan bahwa Jepang adalah salah satu mitra terdekat Belgia di dunia, dan kunjungan ini akan menjadi dorongan kuat untuk memperdalam hubungan bilateral. Keempat anak Raja Philippe, termasuk Putri Elisabeth yang berusia 24 tahun sebagai pewaris takhta, turut hadir—untuk pertama kalinya mereka semua mengikuti jamuan tamu negara.
Bagi Indonesia, kunjungan ini memiliki relevansi tersendiri. Jepang dan Belgia sama-sama menjadi mitra dagang penting Indonesia di kawasan masing-masing. Kerja sama semikonduktor yang disinggung Kaisar Naruhito juga menjadi perhatian, mengingat Indonesia tengah gencar mengembangkan industri chip dalam negeri. Model kemitraan Jepang-Belgia bisa menjadi referensi bagi Indonesia dalam menjalin kerja sama teknologi dengan negara-negara Eropa.
Para pengamat hubungan internasional menilai kunjungan ini menegaskan kembali komitmen Jepang untuk memperkuat diplomasi kerajaannya di Eropa, di tengah ketegangan geopolitik global. Kehadiran seluruh anak Raja Philippe dalam jamuan kenegaraan juga dianggap sebagai sinyal kesinambungan monarki Belgia yang inklusif.
Ke depannya, pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana kerja sama konkret di bidang semikonduktor dan investasi akan terealisasi. Apakah kunjungan ini akan diikuti dengan kesepakatan bisnis yang lebih nyata, atau sekadar simbolis belaka?



