Dodgers Terpuruk: Tujuh Kekalahan Beruntun, Bullpen Jadi Biang Masalah
Baca dalam 60 detik
- Rekor buruk Dodgers berlanjut setelah kalah dramatis dari Diamondbacks, memperpanjang tren negatif menjadi tujuh laga beruntun.
- Edwin Diaz, yang baru ditebus dengan kontrak besar, terus tampil inkonsisten dan menjadi sorotan utama di tengah krisis bullpen.
- Meski masih unggul di NL West, performa tim sejak awal Juli mengindikasikan masalah yang lebih dalam dari sekadar keberuntungan.

Los Angeles Dodgers kembali menelan pil pahit. Juara bertahan MLB dua musim beruntun itu menelan kekalahan ketujuh secara beruntun setelah dibungkam Arizona Diamondbacks 3-4 di Chase Field, Jumat (8/8) waktu setempat. Yang lebih menyakitkan, kekalahan itu datang lewat sebuah home run walk-off dari pemain rookie Ryan Waldschmidt yang menghukum lemparan Edwin Diaz di inning kesembilan.
Ini bukan sekadar kekalahan biasa. Dodgers yang tampil dominan sepanjang musim kini memasuki fase genting. Sejak 5 Juli, catatan mereka hanya 10-16. Meski masih memimpin Divisi Barat NL dengan keunggulan 7,5 game atas Diamondbacks, tren negatif ini memunculkan pertanyaan besar: apakah tim ini benar-benar siap mempertahankan gelar?
Manajer Dave Roberts tak menampik adanya masalah. "Kekalahan tetaplah kekalahan, tapi kalah dengan cara seperti ini tidak pernah enak," ujarnya. "Kami tidak bermain bersih di kedua sisi. Tapi kami sebenarnya punya peluang untuk menang." Roberts juga mengakui bullpen sedang tidak dalam performa terbaik, namun ia enggan menunjuk closer baru karena tidak ada alternatif yang jelas.
Edwin Diaz, yang direkrut dengan kontrak tiga tahun senilai 69 juta dolar AS pada musim dingin lalu, justru menjadi biang keladi. ERA-nya mencapai 11.00 dari 11 penampilan. Dalam laga ini, ia kembali gagal mengunci kemenangan setelah slider-nya yang menggantung dihajar Waldschmidt. "Itu slider. Fastball saya hari ini bagus, tapi slider-nya melayang di tengah," kata Diaz. "Saya mencoba terlalu sempurna dan justru meleset. Saya harus lebih baik lagi."
Kekalahan ini menambah daftar panjang kekecewaan setelah sebelumnya Dodgers disapu bersih oleh Boston Red Sox dan Chicago Cubs. Namun, kabar baiknya, mereka masih punya amunisi. Tarik Skubal, ace kiri yang didatangkan dari Detroit Tigers di tengah musim, dijadwalkan tampil. Blake Snell, peraih dua Cy Young Award, juga akan kembali pada Selasa setelah absen lama karena cedera. Lineup masih dihuni nama-nama besar seperti Shohei Ohtani, Freddie Freeman, Mookie Betts, dan Kyle Tucker.
Bagi penggemar bisbol di Indonesia, kisah Dodgers ini menarik karena menunjukkan bahwa bahkan tim super besar pun bisa goyah. Tekanan untuk tampil konsisten di level tertinggi olahraga profesional sangat nyata. Keputusan Roberts untuk tetap mempertahankan Diaz sebagai closer akan terus diuji. Jika performa buruk berlanjut, bukan tidak mungkin manajemen akan mengambil langkah drastis, meski opsi pengganti terbatas.
Roberts sendiri optimistis. "Kami hanya perlu bermain lebih baik. Saya tidak terlalu memikirkan klasemen, karena dengan talenta yang kami miliki, permainan bagus akan datang dengan sendirinya. Itu selalu terjadi," ujarnya. Namun, waktu terus berjalan. Setiap kekalahan membuat peluang mempertahankan gelar semakin tipis. Akankah Dodgers segera bangkit, atau justru terpuruk lebih dalam? Pertanyaan ini akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



