Nenek 111 Tahun di China Ungkap Rahasia Umur Panjang: Kerja Rumah dan Tidur Cukup
Baca dalam 60 detik
- Wang Gaiying, warga Rugao yang dijuluki 'ibu kota umur panjang', mengaitkan usianya yang menginjak 111 tahun dengan kebiasaan aktif bergerak dan pola tidur teratur.
- Wilayah Rugao di Jiangsu memiliki 672 warga berusia di atas 100 tahun; peneliti mengaitkan fenomena ini dengan kandungan mineral tanah yang memperkaya hasil pertanian.
- Kisah Wang menyoroti pentingnya aktivitas fisik ringan dan kesehatan mental, relevan dengan tren penuaan penduduk di Indonesia.

Di usianya yang menginjak 111 tahun, Wang Gaiying, seorang nenek asal Rugao, Jiangsu, China timur, justru menjadikan pekerjaan rumah sebagai 'gym' hariannya. Ia meyakini bahwa membersihkan meja, melipat pakaian, dan tetap bergerak adalah kunci untuk menua dengan sehat. Kisahnya viral di media sosial dan memantik diskusi tentang rahasia umur panjang yang sederhana namun konsisten.
Rugao sendiri dikenal sebagai salah satu 'kota umur panjang' di China. Data dari Jianghai Evening News mencatat, hingga Februari lalu, wilayah ini dihuni oleh 672 warga yang berusia seratus tahun ke atas. Para peneliti dari Institut Ilmu Tanah, Akademi Ilmu Pengetahuan China di Nanjing, menduga bahwa tanah di Rugao kaya akan mineral yang membuat tanaman di sana mengandung elemen jejak bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Wang tinggal dalam keluarga dengan lima generasi, dan cucunya kini berusia 60 tahun. Meski usianya sudah sangat lanjut, ia masih aktif bekerja di ladang saat awal usianya mencapai seratus tahun, memanen kacang tanah dan semangka. Meski kini langkahnya melambat, semangat dan ketajaman pikirannya tetap terjaga. Ia kerap bersikeras bahwa dirinya belum tua karena masih bisa bergerak lincah.
Kebiasaan Wang tidak berhenti pada aktivitas fisik. Ia menerapkan pola makan sederhana dan seimbang, dengan menu yang bervariasi seperti pangsit dan roti kukus. Ikan menjadi makanan favoritnya karena teksturnya yang lembut dan mudah dicerna. Ia percaya pada pentingnya variasi makanan dan menghindari makan berlebihan. Menariknya, Wang juga pernah menikmati nasi yang direndam dalam baijiu, minuman keras tradisional China, namun keluarganya menghentikan kebiasaan itu lima tahun lalu demi menghindari risiko jatuh dan keracunan alkohol.
Selain menjaga fisik, Wang juga menjaga kesehatan mentalnya. Ia memegang aturan pribadi untuk melakukan satu kebaikan kecil setiap hari, seperti memuji anggota keluarga atau mengirim salam singkat kepada teman lama. Ia dikenal tenang dan lebih memilih tidur untuk melupakan masalah. "Saya tidak pernah membawa masalah ke tempat tidur," ujarnya. "Setelah tidur nyenyak, saya sering menyadari bahwa masalah itu tidak sepadan untuk membuat saya marah." Rutinitas tidurnya pun disiplin: tidur dari pukul 19.00 hingga 07.00, ditambah satu atau dua kali tidur siang.
Kisah Wang menarik untuk disandingkan dengan kondisi di Indonesia, di mana jumlah lansia terus meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan bahwa pada 2045, sekitar satu dari lima penduduk Indonesia akan berusia di atas 60 tahun. Fenomena ini menuntut perhatian pada gaya hidup sehat dan lingkungan yang mendukung penuaan aktif. Kebiasaan sederhana seperti aktif bergerak, pola makan seimbang, dan manajemen stres yang baik bisa menjadi kunci kualitas hidup di usia senja.
Para ahli gerontologi sering menekankan bahwa tidak ada pil ajaib untuk umur panjang. Kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup berperan besar. Di Rugao, faktor tanah yang subur mungkin memberi kontribusi, tetapi tekad Wang untuk tetap mandiri dan berpikiran positif juga tak kalah penting. Seorang warganet berkomentar, "Nenek Wang sungguh beruntung. Saya berharap orang tua saya bisa hidup selama itu." Yang lain menambahkan, "Orang-orang di kota ini pasti memiliki gen umur panjang yang kuat, selain lingkungan yang baik dan kebiasaan sehat."
Ke depan, pertanyaannya bukan hanya bagaimana mencapai usia seratus tahun, tetapi bagaimana menjalani hidup dengan kualitas yang baik di usia tersebut. Apakah kita siap meniru kebiasaan sederhana Wang: bergerak aktif, makan secukupnya, dan tidur yang cukup? Mungkin jawabannya ada pada konsistensi, bukan pada hal-hal yang rumit.



