Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, BRRC Siapkan Langkah Baru
Baca dalam 60 detik
- PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) mengganti komisaris utama dan direktur dalam rangka restrukturisasi manajemen yang berlaku sejak 19 Juni 2026.
- Saham BRRC tercatat anjlok 45,87% sejak awal tahun, mencerminkan tekanan kinerja yang mendorong perubahan di level pucuk pimpinan.
- Pemegang saham pengendali Ari Sudarsono masih menguasai 43,43% saham, menjadikan langkah restrukturisasi ini krusial bagi arah perusahaan ke depan.

PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) resmi merombak susunan direksi dan dewan komisaris sebagai bagian dari restrukturisasi manajemen yang mulai berlaku pada 19 Juni 2026. Langkah ini diambil di tengah tekanan kinerja yang tercermin dari anjloknya harga saham emiten tepung roti tersebut sepanjang tahun berjalan.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BRRC mengangkat Agus Sumarjito sebagai komisaris utama menggantikan Afiful Mahis. Sementara itu, posisi direktur kini diisi oleh Nurjihan Khairunisa yang ditunjuk sebagai direktur independen, menggantikan Dicky Chandra Hermawan. Dengan perubahan ini, jajaran direksi BRRC terdiri dari Ari Sudarsono sebagai direktur utama dan Nurjihan Khairunisa sebagai direktur independen. Sementara di jajaran komisaris, Agus Sumarjito duduk sebagai komisaris utama, didampingi Rosyita Rachmi Sholihah sebagai komisaris dan Leo Herlambang sebagai komisaris independen.
Restrukturisasi manajemen ini terjadi di saat saham BRRC mengalami koreksi signifikan sebesar 45,87% sejak awal tahun 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan tengah berupaya membenahi tata kelola dan strategi bisnis di tengah tantangan pasar. Pemegang saham pengendali, Ari Sudarsono, yang menguasai 43,43% saham atau setara 421.936.056 lembar, tentu berharap perubahan ini mampu membalikkan arah kinerja perseroan.
Bagi investor dan pelaku pasar, perombakan direksi dan komisaris seringkali menjadi sinyal adanya perubahan strategi atau upaya pemulihan. Namun, efektivitas langkah ini masih perlu diuji, terutama mengingat sektor makanan dan tepung roti menghadapi tekanan biaya bahan baku dan persaingan ketat. Analis menilai bahwa BRRC perlu menunjukkan langkah konkret dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi pasar agar kepercayaan investor pulih.
Ke depan, publik akan mencermati langkah-langkah strategis yang diambil oleh jajaran baru BRRC, termasuk kemungkinan ekspansi atau diversifikasi produk. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah perubahan di pucuk pimpinan ini cukup untuk mengembalikan kinerja saham dan fundamental perusahaan, atau justru akan diikuti dengan aksi korporasi lainnya seperti rights issue atau akuisisi.



