Buronan Sindikat 'Luffy' Dibekuk di Manila, Diduga Otak Pencurian Lintas Jepang
Baca dalam 60 detik
- Hideharu Inoue, 56 tahun, ditangkap imigrasi dan polisi Filipina di apartemen sewaan Makati atas permintaan Jepang.
- Ia diduga anggota senior geng Luffy yang melancarkan rentetan pencurian dan penipuan di Jepang antara 2021-2023.
- Penangkapan ini memperkuat kerja sama penegakan hukum regional, mengingat banyak buron Jepang sebelumnya ditampung Filipina.

Imigrasi dan kepolisian Filipina meringkus seorang warga Jepang buronan yang diduduk sebagai petinggi sindikat kejahatan bersandi 'Luffy' di sebuah apartemen sewaan kawasan bisnis Makati, Manila, Selasa (24/6). Hideharu Inoue, 56 tahun, ditangkap setelah petugas intelijen memastikan identitasnya dan ditemukan membawa kartu identitas palsu pemerintah Filipina dengan nama fiktif.
Inoue masuk dalam daftar pencarian berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Pengadilan Ringkas Tokyo pada Januari lalu. Ia dituduh mencuri kartu ATM dua perempuan berusia 60 dan 80 tahun di Tokyo pada November 2019. Selain itu, Biro Imigrasi Filipina telah menerbitkan surat perintah deportasi atas namanya.
Investigasi awal menduga Inoue merupakan anggota senior sindikat Luffy, kelompok yang mengoordinasikan serangkaian penipuan dan perampokan di berbagai prefektur Jepang antara 2021 dan 2023. Sindikat ini dikenal menggunakan nama samaran 'Luffy'โmerujuk tokoh manga populerโdan beroperasi dengan jaringan yang terdesentralisasi. Kelompok lain yang disebut JP Dragon juga disebut terkait.
Penangkapan Inoue menambah daftar panjang buronan Jepang yang berlindung di Filipina. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Filipina menahan sejumlah tersangka anggota sindikat Luffy dan JP Dragon, yang sebagian besar telah dideportasi ke Jepang. Pola ini menunjukkan Filipina kerap dijadikan tempat persembunyian karena lemahnya pengawasan imigrasi di masa lalu, meski kini kerja sama bilateral semakin ketat.
Bagi Indonesia, kasus ini relevan mengingat pola kejahatan lintas batas serupa juga terjadi di kawasan. Sindikat penipuan daring dan perampokan terorganisir kerap memanfaatkan celah imigrasi di negara-negara Asia Tenggara. Kepolisian Indonesia sendiri beberapa kali menangkap buron asing yang terlibat jaringan kriminal internasional, seperti kasus penipuan investasi dan judi online. Pengalaman Filipina dalam menangani buronan Jepang bisa menjadi pelajaran bagi aparat Indonesia untuk memperkuat deteksi dini dan kerja sama imigrasi regional.
Penyidik kini mendalami apakah Inoue masih aktif melakukan penipuan atau kejahatan lain sebelum ditangkap. Ia saat ini ditahan di bawah pengawasan Biro Imigrasi Filipina, menunggu proses deportasi. Pertanyaan yang mengemuka: seberapa dalam jangkauan sindikat Luffy di Asia Tenggara, dan apakah masih ada sel-sel lain yang belum terungkap?



