Raffi Ahmad Bawa RANS Entertainment Melantai di BEI, Targetkan Dana Segar Rp4,3 Triliun
Baca dalam 60 detik
- PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, perusahaan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, resmi mengumumkan rencana IPO dengan melepas 2,52 miliar saham baru.
- Langkah ini menandai babak baru bagi industri hiburan Tanah Air, membuka peluang bagi investor ritel untuk memiliki saham perusahaan yang selama ini identik dengan konten kreatif dan artis.
- IPO RANS diprediksi menjadi salah satu yang paling dinanti di tahun 2026, dengan valuasi yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp21 triliun.

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, pasangan selebriti yang sukses membangun kerajaan bisnis hiburan, kini bersiap membawa PT RANS Entertainment Indonesia Tbk ke bursa saham. Perusahaan yang dikenal lewat kanal YouTube RANS Entertainment dan berbagai lini bisnis kreatif ini akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun ini.
Dalam prospektus yang beredar, RANS Entertainment menawarkan sebanyak 2,52 miliar saham baru, atau setara dengan 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan rentang harga yang dibidik antara Rp135 hingga Rp170 per saham, perseroan berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp4,3 triliun. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk ekspansi bisnis, termasuk pengembangan konten digital, akuisisi properti, dan modal kerja.
Langkah ini menjadi sinyal positif bagi industri hiburan nasional yang tengah bertransformasi ke era digital. RANS Entertainment bukan sekadar perusahaan produksi konten, melainkan telah menjelma menjadi ekosistem yang mencakup manajemen artis, kuliner, hingga fesyen. Kehadirannya di bursa diharapkan dapat menjadi katalis bagi perusahaan kreatif lain untuk mengikuti jejak serupa.
Bagi investor Indonesia, IPO RANS Entertainment menawarkan peluang unik. Selama ini, saham perusahaan hiburan di dalam negeri masih terbatas pada emiten media konvensional. RANS hadir dengan model bisnis yang lebih cair, mengandalkan popularitas digital dan monetisasi multi-platform. Analis pasar modal menilai, jika permintaan tinggi, bukan tidak mungkin harga saham RANS akan melesat pada hari pertama perdagangan, seperti yang terjadi pada IPO perusahaan teknologi dan konsumen lainnya.
Namun, tantangan juga mengintai. Industri hiburan sangat bergantung pada tren dan popularitas figur publik. Raffi Ahmad sebagai pendiri sekaligus ikon utama perusahaan menjadi risiko konsentrasi. Jika suatu saat popularitasnya menurun, kinerja perusahaan bisa terpengaruh. Manajemen RANS pun perlu membuktikan bahwa bisnis ini bisa berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada sang pendiri.
Dari sisi regulasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan lampu hijau dengan diterbitkannya pernyataan efektif. Proses bookbuilding dan penawaran awal diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang. Para calon investor disarankan mencermati prospektus secara saksama, terutama terkait struktur modal dan rencana penggunaan dana.
Dengan valuasi yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp21 triliun, RANS Entertainment akan menjadi salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor hiburan. Pertanyaannya, mampukah perusahaan ini mempertahankan pertumbuhan di tengah persaingan ketat dari platform global seperti YouTube dan Netflix? Jawabannya akan terlihat setelah sahamnya resmi diperdagangkan.



