Australia Hancurkan Pakistan, Satu Langkah Lagi ke Semifinal Piala Dunia T20 Wanita
Baca dalam 60 detik
- Ellyse Perry tampil gemilang dengan 71 run dan dua wicket saat Australia menang 113 run atas Pakistan di Piala Dunia T20 Wanita.
- Pakistan yang sudah tersingkir menelan kekalahan keempat beruntun, diperparah tiga kali run out yang memalukan.
- Pertandingan pamungkas grup antara Australia dan India pada 28 Juni akan menentukan jalannya babak semifinal.

Australia memastikan langkah mereka menuju semifinal Piala Dunia T20 Wanita setelah menghancurkan Pakistan dengan selisih 113 run di Headingley, Selasa (25/6). Kemenangan telak ini membuat tim berjuluk Southern Stars itu nyaris tak tersentuh di puncak klasemen Grup 1.
Ellyse Perry menjadi bintang lapangan dengan torehan 71 run dari 48 bola dan dua wicket hanya dengan kebobolan sembilan run. Penampilan serba bisanya menjadi pembeda di tengah dominasi Australia yang belum terkalahkan sepanjang turnamen. Pakistan, yang sudah dipastikan tersingkir sebelumnya, justru tampil kacau dengan tiga kali run out yang seharusnya bisa dihindari.
Pakistan hanya mampu mengumpulkan 86 run dalam 13,4 over setelah dipaksa mengejar target 199 run. Muneeba Ali menjadi satu-satunya pemain Pakistan yang memberikan perlawanan berarti dengan 32 run dari 25 bola sebelum tertangkap di mid-wicket pada bola pertama over Perry. Tiga run out yang terjadi—masing-masing akibat komunikasi buruk dan eksekusi lambat—menjadi simbol keterpurukan tim asuhan Bismah Maroof.
Di sisi lain, Australia menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa. Meski kehilangan Beth Mooney pada bola pertama pertandingan, Perry dan Georgia Voll (39 run) membangun kemitraan 100 run untuk wicket kedua dengan pendekatan agresif. Setelah Voll, Ash Gardner, dan Georgia Wareham tumbang dalam rentang delapan bola, Perry tetap bertahan dan melesakkan sembilan four serta satu six sebelum akhirnya tertangkap di belakang wicket pada over ke-18. Annabel Sutherland (27) dan Nicola Carey (26 not out) kemudian memastikan momentum tak hilang dengan akselerasi di akhir inning.
Bagi Indonesia, dominasi Australia di kancah kriket putri menjadi pengingat betapa jauhnya jarak dengan negara-negara elite. Meski kriket bukan olahraga utama di Tanah Air, prestasi Australia—yang telah enam kali juara dunia—bisa menjadi tolok ukur bagi pengembangan kriket putri di Asia Tenggara. Federasi Kriket Indonesia (FKI) dapat mempelajari sistem pembinaan usia dini dan kompetisi domestik Australia yang menghasilkan pemain sekelas Perry.
Pertandingan pamungkas grup antara Australia dan India pada 28 Juni mendatang akan menjadi duel penentu. Kedua tim sama-sama belum terkalahkan, dan hasil laga itu akan menentukan siapa yang lolos sebagai juara grup serta lawan yang dihadapi di semifinal. Analis memperkirakan Australia tetap difavoritkan berkat pengalaman dan kedalaman skuad, namun India—yang diperkuat pemain seperti Smriti Mandhana—bisa menjadi batu sandungan.
Pertanyaan besarnya: mampukah India mematahkan dominasi Australia, atau akankah Southern Stars kembali menunjukkan kelasnya sebagai tim paling disegani di turnamen ini?



