AC Milan Pecahkan Rekor Transfer: Goncalo Ramos Disiapkan Jadi Pembelian Termahal
Baca dalam 60 detik
- AC Milan sepakat bayar hingga €55 juta untuk striker PSG Goncalo Ramos, melampaui rekor sebelumnya milik Rafael Leao.
- Rekor transfer Milan sebelumnya diwarnai kasus hukum Leao dan pembelian mahal yang gagal seperti Mattia Caldara.
- Kedatangan Ramos menandai strategi baru Milan di bursa transfer dengan investasi besar di lini depan.

AC Milan dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Paris Saint-Germain untuk merekrut striker Portugal Goncalo Ramos dengan nilai transfer mencapai €53-55 juta, menjadikannya pemain termahal dalam sejarah klub. Kesepakatan ini, yang dilaporkan oleh The Athletic, Calciomercato, dan RMC Sport, menandai langkah berani Rossoneri di bursa transfer setelah musim lalu mereka kesulitan di lini depan.
Ramos, yang saat ini tengah membela Portugal di Piala Dunia 2022 di Qatar, dikabarkan telah menjalani tes medis di Florida, tempat skuad Portugal bermarkas. Biaya transfer termasuk bonus dan add-on diperkirakan mencapai angka tersebut, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh rekan senegaranya, Rafael Leao, yang diboyong dari Lille dengan total €49,5 juta pada 2019.
Namun, perjalanan Leao ke Milan tidaklah mulus. Milan awalnya membayar €30 juta ke Lille, tetapi kemudian harus membayar kompensasi tambahan €20,2 juta kepada Sporting CP setelah Leao kalah dalam sengketa hukum terkait pemutusan kontrak sepihak. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi klub Serie A dalam negosiasi transfer.
Di luar Ramos dan Leao, daftar pembelian termahal Milan juga dihuni oleh nama-nama seperti Leonardo Bonucci (€42 juta dari Juventus pada 2017) dan Manuel Rui Costa (€41,32 juta dari Fiorentina pada 2001). Namun, tidak semua investasi berbuah manis. Mattia Caldara, yang dibeli dari Juventus seharga €37,74 juta pada 2018, hanya tampil tiga kali untuk Milan sebelum cedera parah mengakhiri kariernya di usia muda. Ia kemudian dipinjamkan ke berbagai klub hingga pensiun pada 2025.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Milan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub besar Eropa berani mengambil risiko finansial demi memperkuat skuad. Di tengah persaingan ketat Serie A dan Liga Champions, investasi semacam ini bisa menjadi tolok ukur bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, yang mulai berani membelanjakan dana besar untuk pemain asing. Namun, risiko seperti yang dialami Caldara mengingatkan bahwa tidak semua pembelian mahal menjamin kesuksesan.
Kedatangan Ramos diharapkan dapat mengatasi masalah produktivitas gol Milan yang sempat tumpul musim lalu. Dengan pengalamannya di PSG dan timnas Portugal, ia diharapkan menjadi ujung tombak yang diandalkan. Pertanyaan besarnya: akankah rekor transfer ini berbuah Scudetto atau sekadar menjadi catatan sejarah belaka?



