London Marathon 2027 Digelar Dua Hari, Kuota Peserta Tembus 100.000 Orang
Baca dalam 60 detik
- London Marathon edisi 2027 akan berlangsung selama dua hari berturut-turut pada 24-25 April, dengan total peserta mencapai 100.000 orang.
- Langkah ini dipicu oleh lonjakan peminat yang mencapai 1,33 juta pendaftar, sekaligus menggandakan peluang lolos ballot bagi peserta.
- Penyelenggara memperkirakan acara ini mampu menggalang dana lebih dari ยฃ150 juta untuk amal dan memberikan dampak ekonomi ยฃ400 juta bagi Inggris.

London Marathon untuk pertama kalinya dalam sejarah akan digelar selama dua hari pada 2027, membuka kesempatan bagi 100.000 pelari untuk ambil bagian. Keputusan ini diambil menyusul rekor 1,33 juta orang yang mendaftar dalam ballot untuk edisi tahun depan, memaksa panitia mencari cara agar lebih banyak peserta bisa berlari.
Hugh Brasher, Chief Executive London Marathon Events (LME), menyebut transformasi ini sebagai evolusi paling ambisius yang pernah dilakukan. "Ini adalah reimaginasi satu kali dalam satu generasi tentang apa yang bisa dicapai oleh sebuah maraton dan perayaan aktivitas di seluruh kota," ujarnya. Acara yang biasanya berlangsung sehari penuh pada hari Minggu akan diperluas ke hari Sabtu, dengan rute yang sama dari Greenwich ke Westminster.
Keputusan ini tidak hanya berdampak pada peserta. Brasher memperkirakan ajang dua hari tersebut akan mengumpulkan lebih dari ยฃ150 juta untuk badan amal dan memberikan suntikan ekonomi sebesar ยฃ400 juta bagi Inggris. "Kami membuka pintu bagi lebih banyak orang, lebih banyak amal, dan lebih banyak komunitas untuk ambil bagian dalam maraton terhebat di dunia," tambahnya.
Wali Kota London, Sadiq Khan, menyambut baik inisiatif ini. "London adalah ibu kota olahraga dunia, dan saya senang bahwa untuk satu tahun saja pada 2027, London Marathon yang terkenal di dunia akan diperluas menjadi acara dua hari," katanya. Dukungan penuh dari pemerintah kota dan berbagai pemangku kepentingan disebut sebagai kunci terwujudnya rencana ini.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Meskipun London Marathon bukan ajang yang langsung melibatkan pelari Indonesia dalam jumlah besar, lonjakan minat global terhadap lari maraton mencerminkan tren kebugaran yang juga terjadi di Tanah Air. Event-event lari di Indonesia, seperti Jakarta Marathon dan Borobudur Marathon, juga mengalami peningkatan peserta setiap tahun. Model dua hari ini bisa menjadi inspirasi bagi penyelenggara lokal untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat tanpa mengorbankan kualitas acara.
Rencana format dua hari ini sebenarnya sudah digagas sejak 2017, namun sempat tertunda karena gagal mendapatkan izin. Brasher mengungkapkan bahwa ide tersebut baru bisa direalisasikan setelah sembilan tahun persiapan. Pada 2027, elite wanita dan atlet kursi roda putri akan memimpin lari di satu hari, sementara elite pria dan atlet kursi roda putra di hari lainnya. Detail lebih lanjut akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.
Ballot akan dilakukan dalam dua tahap: pertama untuk hari Minggu (hari tradisional maraton), lalu untuk hari Sabtu. Semua pendaftar tahun depan otomatis masuk ke dalam kedua undian. Selain itu, Mini London Marathon untuk anak-anak akan digelar pada hari Jumat dengan partisipasi lebih dari 20.000 peserta muda. Seluruh pendapatan tambahan dari format dua hari akan disalurkan melalui London Marathon Foundation untuk proyek-proyek yang mendorong aktivitas fisik bagi anak-anak di London dan seluruh Inggris.
Dengan rekor pendaftar yang terus meningkat, apakah format dua hari ini akan menjadi solusi permanen? Brasher menegaskan bahwa edisi 2027 hanya berlaku satu kali, namun jika sukses, bukan tidak mungkin model serupa diterapkan di masa depan atau diadopsi oleh maraton besar lainnya di dunia.



