Trump Dipastikan Hadiri Final Piala Dunia 2026, Akan Beri Trofi Bersama Infantino
Baca dalam 60 detik
- Presiden AS Donald Trump akan hadir di final Piala Dunia 2026 di New Jersey dan ikut menyerahkan trofi kepada juara, menurut pernyataan Presiden FIFA Gianni Infantino.
- Infantino menyebut keduanya kini berteman dekat dan akan bersama-sama menikmati final serta menyerahkan trofi, menandai keterlibatan politik tingkat tinggi dalam ajang sepak bola global.
- Kehadiran Trump di final menjadi sorotan karena ia belum pernah menonton pertandingan langsung Piala Dunia 2026, meski AS menjadi tuan rumah 78 dari 104 laga turnamen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipastikan akan hadir dalam partai final Piala Dunia 2026 dan ikut menyerahkan trofi kepada sang juara. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino dalam wawancara dengan Fox, menegaskan kedekatan keduanya yang kini disebut sebagai sahabat.
Infantino mengungkapkan bahwa dirinya dan Trump akan bersama-sama menikmati laga puncak yang digelar pada 19 Juli di Stadion MetLife, New Jersey. โKami akan bersama presiden menikmati final dan menyerahkan trofi kepada pemenang, tentu saja,โ ujar Infantino. Ketika ditanya apakah mereka akan melakukan seremoni bersama, ia menambahkan, โTentu, kami selalu bersama.โ
Kehadiran Trump di final menjadi perhatian karena sejauh ini ia belum sekalipun menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 secara langsung. Turnamen yang berlangsung sejak 11 Juni ini digelar di tiga negara: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Sebanyak 78 dari 104 pertandingan digelar di AS, menjadikan negara itu sebagai tuan rumah utama.
Andrew Giuliani, direktur eksekutif gugus tugas Piala Dunia Gedung Putih, mengatakan kepada The Telegraph bahwa Trump suka โmembuat orang menungguโ dan belum hadir karena jadwalnya yang padat. Meski begitu, Trump sempat menghadiri acara UFC di Gedung Putih pekan lalu dan menjadi presiden AS pertama yang hadir di Final NBA di New York, meski disambut cemoohan.
Pengalaman Trump dalam seremoni penyerahan trofi sepak bola bukanlah yang pertama. Musim panas lalu, ia memberikan trofi Piala Dunia Antarklub kepada kapten Chelsea, Reece James, di stadion yang sama. Namun, momen itu diwarnai keanehan ketika Trump tetap bertahan di podium setelah menyerahkan trofi, membuat para pemain kebingungan. James kemudian mengaku diberi tahu bahwa Trump akan keluar panggung setelah memberikan trofi, tapi ia memilih bertahan.
Bagi Indonesia, kehadiran Trump di final Piala Dunia 2026 menjadi sinyal kuat bahwa ajang ini tidak hanya soal olahraga, tetapi juga panggung diplomasi dan politik global. Dengan AS sebagai tuan rumah, keterlibatan langsung presiden di final menegaskan bobot strategis turnamen ini. Di sisi lain, kedekatan Infantino dengan Trump memicu diskusi tentang netralitas FIFA di bawah tekanan politik. Publik sepak bola Indonesia tentu akan menyaksikan bagaimana momen ini memengaruhi citra Piala Dunia ke depannya, terutama saat Indonesia sendiri tengah giat membangun infrastruktur sepak bola dan berambisi menjadi tuan rumah turnamen besar.
Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah Trump benar-benar hadir di final, atau sekadar janji politik? Dan bagaimana respons publik global, termasuk di Indonesia, terhadap politisasi trofi paling bergengsi di dunia sepak bola?



