AC Milan Pecahkan Rekor Klub: Goncalo Ramos Ditebus €55 Juta dari PSG
Baca dalam 60 detik
- AC Milan mencapai kesepakatan dengan PSG untuk striker Goncalo Ramos dengan nilai transfer €55 juta termasuk bonus, memecahkan rekor transfer klub.
- Kesepakatan difasilitasi oleh agen Jorge Mendes dan hubungan baik pemilik Milan, Gerry Cardinale, dengan presiden PSG Nasser Al-Khelaifi.
- Ramos menjalani tes medis saat membela Portugal di Piala Dunia 2026, menunjukkan urgensi penyelesaian transfer di tengah kompetisi.

AC Milan akhirnya mendapatkan striker incaran mereka. Klub raksasa Serie A itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Paris Saint-Germain untuk merekrut Goncalo Ramos dengan nilai transfer mencapai €55 juta, termasuk berbagai bonus dan tambahan. Angka tersebut menjadikan Ramos sebagai pembelian termahal dalam sejarah klub asal Lombardia tersebut.
Menurut laporan jurnalis The Athletic, James Horncastle, kedua klub berhasil menyelesaikan negosiasi dengan cepat berkat peran agen Jorge Mendes. Sebelumnya, tawaran awal Milan dilaporkan sekitar €40 juta, masih di bawah permintaan PSG yang menginginkan €50 juta plus bonus. Namun, lobi intensif dari pemilik Milan, Gerry Cardinale, yang memiliki hubungan baik dengan presiden PSG Nasser Al-Khelaifi, menjadi kunci keberhasilan transfer ini.
Yang menarik, Ramos dikabarkan menjalani tes medis saat sedang membela timnas Portugal di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Florida. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya proses transfer ini terjadi, bahkan di tengah turnamen bergengsi. Atletico Madrid dan beberapa klub lain juga sempat menunjukkan minat, tetapi Milan bergerak lebih gesit.
Bagi pengamat sepak bola Italia, transfer ini menandai perubahan strategi Milan di bursa transfer. Sejak diakuisisi oleh RedBird Capital, klub cenderung berhati-hati dalam pengeluaran. Namun, kedatangan Amorim sebagai pelatih baru tampaknya mengubah pendekatan tersebut. Amorim, yang sebelumnya sukses di Sporting Lisbon, menginginkan striker haus gol untuk mengisi lini depan yang selama ini dianggap kurang tajam.
Dalam konteks persaingan Serie A, langkah Milan ini bisa menjadi sinyal bahaya bagi rival-rivalnya. Inter Milan dan Juventus juga tengah memperkuat skuad, tetapi dengan merekrut pemain sekaliber Ramos—yang sudah terbukti di level tertinggi Eropa—Milan menunjukkan ambisi untuk kembali ke puncak. Ramos sendiri, meski hanya menjadi pelapis di PSG musim lalu, memiliki rekor impresif: 12 gol dari 45 penampilan, termasuk di Liga Champions yang dimenangkan PSG musim ini.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, transfer ini layak dicermati. Liga Italia masih menjadi salah satu liga favorit di Tanah Air, dan kehadiran pemain seperti Ramos bisa meningkatkan daya tarik tayangan Serie A. Selain itu, jejak Amorim yang pernah dikaitkan dengan beberapa pemain Brasil dan Portugal bisa membuka peluang bagi pemain Asia, termasuk Indonesia, untuk lebih dikenal di Eropa.
Ke depan, tantangan terbesar Amorim adalah mengintegrasikan Ramos ke dalam skema permainan Milan. Dengan gaya bermain yang mengandalkan kecepatan dan penyelesaian akhir, Ramos diharapkan bisa menjadi mesin gol yang selama ini dirindukan San Siro. Pertanyaannya, akankah ia mampu memenuhi ekspektasi tinggi dan membawa Milan kembali ke puncak Serie A? Atau justru menjadi investasi mahal yang tidak sepadan? Waktu yang akan menjawab.



