Liverpool Incar Camavinga untuk Perkuat Lini Tengah: Solusi Defensif atau Sekadar Spekulasi?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan telah melakukan kontak awal dengan Real Madrid terkait transfer Eduardo Camavinga, gelandang bertahan asal Prancis berusia 23 tahun.
- Kedatangan Camavinga dinilai bisa menjadi solusi atas kerapuhan pertahanan Liverpool yang kebobolan 53 gol musim lalu, sekaligus membebaskan Ryan Gravenberch bermain lebih ofensif.
- Persaingan ketat dari Manchester United, Juventus, dan Chelsea membuat Liverpool harus bergerak cepat jika ingin mengamankan tanda tangan pemain yang dibanderol sekitar £52 juta.

Liverpool dikabarkan serius memburu Eduardo Camavinga, gelandang Real Madrid, sebagai jawaban atas masalah pertahanan yang menghantui musim lalu. Klub asal Merseyside itu kebobolan 53 gol dalam 38 laga Premier League—26 gol lebih banyak dari Arsenal dan 18 gol di atas Manchester City—menunjukkan betapa rapuhnya lini tengah mereka tanpa gelandang bertahan murni.
Menurut laporan media Spanyol, Liverpool telah melakukan pembicaraan telepon dengan Real Madrid untuk membahas kemungkinan transfer pemain berusia 23 tahun tersebut. Los Blancos dikabarkan siap mendengarkan tawaran mulai dari £52 juta (sekitar Rp1 triliun) di jendela transfer musim panas ini. Namun, Liverpool tidak sendirian: Manchester United, Juventus, dan Chelsea juga dikabarkan telah menghubungi Real Madrid, menciptakan persaingan sengit untuk mendapatkan tanda tangan Camavinga.
Kedatangan Camavinga dipandang sebagai solusi ideal untuk memperbaiki pertahanan Liverpool, terutama karena Ryan Gravenberch—yang musim lalu mencetak lima gol dan tiga assist—lebih efektif sebagai gelandang box-to-box ketimbang gelandang bertahan murni. Dengan hadirnya Camavinga, Gravenberch bisa dimainkan lebih ke depan sebagai gelandang serang, sementara Camavinga mengisi posisi nomor enam yang selama ini menjadi titik lemah.
Perbandingan statistik defensif keduanya di liga musim 2025/26 menunjukkan bahwa Camavinga unggul dalam hal tekel, duel, dan efisiensi bertahan. Pengamat sepak bola Harvey Diamonds bahkan menjulukinya sebagai "salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia". Dengan pengalaman 223 penampilan bersama Real Madrid, termasuk 56 laga Liga Champions dan dua gelar juara, Camavinga dianggap tidak akan gentar menghadapi tekanan di Anfield.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Liverpool ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub top Eropa berlomba memperkuat lini tengah dengan pemain berkualitas. Jika transfer ini terwujud, persaingan di Premier League musim depan diprediksi semakin ketat, dan Liverpool berpotensi kembali menjadi penantang gelar. Namun, dengan harga yang tidak murah dan banyaknya pesaing, akankah Liverpool berhasil mengamankan jasa Camavinga? Atau justru akan beralih ke target lain seperti Yan Diomande yang disebut-sebut lebih murah?



