Tonali Sepakat dengan Tottenham, Newcastle Masih Bertahan
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Italia Sandro Tonali telah menyetujui persyaratan pribadi dengan Tottenham Hotspur dengan gaji lebih dari £275.000 per pekan.
- Newcastle United menolak tawaran Tottenham senilai hampir £80 juta dan bersikukuh meminta €100 juta untuk melepas Tonali.
- AC Milan, yang menjual Tonali ke Newcastle pada 2023 seharga €60 juta, berpotensi mendapat 10 persen dari biaya transfer jika kesepakatan terjadi.

Gelandang tim nasional Italia, Sandro Tonali, dikabarkan telah mencapai kesepakatan pribadi dengan Tottenham Hotspur. Namun, langkah kepindahannya masih terganjal sikap Newcastle United yang enggan melepas pemainnya dengan harga di bawah €100 juta.
Isu hengkangnya Tonali dari Newcastle sudah bergulir sejak beberapa bulan terakhir. Pemain berusia 24 tahun itu disebut merasa waktunya di St James' Park mulai usai dan siap menapaki jenjang karier berikutnya. Ketertarikan terhadapnya datang dari tiga klub Premier League: Tottenham, Manchester United, dan Arsenal.
Menurut laporan Sky Sports UK dan Sky Sport Italia, Tonali telah menyetujui kontrak dengan Tottenham senilai lebih dari £275.000 per pekan. Angka tersebut menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di skuad Spurs. Namun, kesepakatan itu belum berlaku hingga Newcastle menyetujui penjualan.
Newcastle dikabarkan menolak tawaran Tottenham yang mencapai hampir £80 juta (sekitar €92 juta). The Magpies bersikeras membanderol Tonali dengan harga €100 juta. Sikap keras ini menunjukkan bahwa klub asal timur laut Inggris itu tidak berniat melepas aset berharganya dengan mudah, apalagi setelah kehilangan gelandang kunci lainnya.
AC Milan, yang menjual Tonali ke Newcastle pada musim panas 2023 seharga €60 juta, masih menyisakan klausul 10 persen dari biaya transfer di masa depan. Jika kesepakatan dengan Tottenham terealisasi, Milan berpotensi mendapat tambahan dana yang signifikan. Bagi klub Serie A tersebut, ini menjadi peluang cuan di tengah upaya mereka memperkuat skuad.
Di antara ketiga peminat, Arsenal dianggap sebagai opsi yang lebih ambisius secara prestasi. Namun, Tottenham memiliki daya tarik tersendiri: kehadiran pelatih asal Italia, Roberto De Zerbi. De Zerbi dikenal sebagai pelatih yang piawai mengembangkan pemain tengah, dan kerja samanya dengan Tonali bisa menjadi faktor penentu. Bagi Tonali, bermain di bawah asuhan De Zerbi bisa menjadi langkah strategis untuk mengembalikan performa terbaiknya setelah masa adaptasi di Premier League.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer Tonali menjadi cerminan betapa ketatnya persaingan di Premier League. Klub-klub papan atas rela menggelontorkan dana besar demi mendatangkan pemain berkualitas. Fenomena ini juga berdampak pada pasar transfer Asia, termasuk Indonesia, di mana nilai pemain lokal ikut terpengaruh oleh standar global. Ke depannya, apakah Newcastle akan melunak atau justru mempertahankan Tonali hingga musim panas? Keputusan itu akan menentukan arah karier sang gelandang Italia.



