Buru Gelandang Rp1,7 Triliun, Manchester United Nego Personal Terms dengan Felix Nmecha
Baca dalam 60 detik
- Manchester United melalui direktur rekrutmen Christopher Vivell tengah menjalin komunikasi intens dengan kubu Felix Nmecha, gelandang Borussia Dortmund yang bersinar di Piala Dunia 2026.
- Dortmund membanderol Nmecha dengan harga €120 juta (sekitar Rp1,7 triliun), menjadikannya salah satu target termahal di bursa transfer musim panas ini.
- Kedatangan Nmecha berpotensi memicu persaingan ketat dengan Kobbie Mainoo di lini tengah Setan Merah, mengingat profil permainan keduanya yang serupa.

Manchester United kembali mengincar gelandang bintang di bursa transfer musim panas 2026. Kali ini, klub asal Old Trafford itu dikabarkan telah memasuki tahap negosiasi personal terms dengan Felix Nmecha, gelandang Borussia Dortmund yang tampil gemilang bersama Jerman di Piala Dunia 2026.
Menurut laporan jurnalis Sky Sports Patrick Berger, direktur rekrutmen Manchester United Christopher Vivell secara langsung memimpin pembicaraan dengan perwakilan Nmecha. Vivell disebut telah menjalin kontak erat dengan kubu pemain berusia 24 tahun tersebut, yang merupakan produk akademi Manchester City. Ketertarikan ini muncul setelah Nmecha mencatatkan dua assist dan satu gol dalam tiga penampilannya di Piala Dunia, menjadikannya salah satu gelandang paling menonjol di turnamen tersebut.
Namun, Manchester United harus bersiap mengeluarkan dana fantastis untuk mengamankan tanda tangan Nmecha. Dortmund, seperti halnya West Ham United yang membanderol Mateus Fernandes £85 juta atau Newcastle United yang mematok £100 juta untuk Sandro Tonali, tidak akan melepas bintangnya dengan mudah. Klub Bundesliga itu telah menetapkan harga €120 juta (setara £104 juta atau sekitar Rp1,7 triliun) untuk Nmecha—angka yang akan memecahkan rekor transfer termahal Manchester United jika terealisasi.
Pemburuan Nmecha menjadi bagian dari strategi besar Manchester United di bawah kepemilikan INEOS untuk merombak lini tengah. Sebelumnya, Setan Merah telah menyepakati transfer Ederson dari Atalanta, namun proses rekrutmen di sektor tersebut dinilai melambat. Nmecha dianggap sebagai profil ideal untuk memperkuat kreativitas dan progresi bola dari lini tengah—kemampuan yang ia tunjukkan baik di level klub maupun internasional.
Namun, kedatangan Nmecha berpotensi menimbulkan dilema taktis. Gaya bermainnya yang mengandalkan visi passing dan kemampuan membawa bola ke depan sangat mirip dengan Kobbie Mainoo, gelandang muda lulusan akademi yang baru saja bangkit dari masa sulit di bawah asuhan Ruben Amorim untuk menjadi pemain kunci era Michael Carrick. Menambah Nmecha berarti menciptakan persaingan langsung yang bisa mengancam menit bermain Mainoo—sebuah risiko yang patut dipertimbangkan mengingat sejarah transfer mahal Manchester United yang kerap tidak sesuai harapan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Manchester United di bursa transfer selalu menarik untuk diikuti, terutama karena klub ini memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Jika transfer Nmecha jadi terealisasi, ia akan menjadi salah satu pemain termahal yang pernah bermain di Premier League, sekaligus menegaskan kembali daya beli klub-klub Inggris di kancah global. Pertanyaannya, akankah investasi sebesar itu sepadan dengan performa di lapangan, atau justru akan menjadi kisah mahal lainnya yang berakhir mengecewakan?



