Wajah Mirip Buron, Pria Bandung Minta Perlindungan ke Gubernur Dedi Mulyadi
Baca dalam 60 detik
- Aditya Pratama Putra, warga Soreang, mengaku nyaris menjadi sasaran warga karena kemiripan wajah dengan Taufik Hidayat, tersangka penganiayaan dan penyekapan.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memasang sayembara Rp250 juta untuk informasi keberadaan Taufik, memicu kekhawatiran warga yang tidak bersalah.
- Korban YTR masih dirawat intensif di RSHS Bandung dengan luka berat, sementara polisi terus memburu pelaku yang sudah ditetapkan sebagai buron.

Kemiripan wajah dengan buronan kasus kekerasan berat membuat seorang warga Bandung harus berhati-hati saat melintas di jalan. Aditya Pratama Putra, warga Soreang, Kabupaten Bandung, mengaku sempat diincar oleh sekelompok orang yang mengira dirinya adalah Taufik Hidayat, tersangka penganiayaan dan penyekapan terhadap kekasihnya selama tiga tahun. Ia pun meminta perlindungan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang baru saja mengumumkan sayembara berhadiah Rp250 juta untuk informasi keberadaan pelaku.
Dalam video klarifikasi yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Aditya menyatakan bahwa dirinya bukanlah Taufik Hidayat. Ia mengaku sempat dilirik curiga oleh beberapa pria di sebuah minimarket karena wajahnya dinilai mirip dengan foto buronan yang beredar luas. "Saya jangankan menganiaya wanita, ada semut nempel di tangan saya tiup, bukan saya teplak. Kadang kalau udah ngepret nyamuk, saya mah mikir anak-anaknya makan apa nanti. Jadi saya bukan tipe orang yang psikopat seperti ini," ujarnya dalam video yang dikutip Selasa (23/6).
Aditya juga menulis permohonan langsung kepada Gubernur Dedi Mulyadi di kolom keterangan unggahannya. "Izin @dedimulyadi71 mohon perlindungannya karena bapak baru sayembara hadiah uang tunai untuk yang menemukan pelaku. Tolong di sebarkan video klarifikasi ini, saya takut di amuk masa di jalan," tulisnya. Ia berharap aparat kepolisian dan masyarakat tidak lagi salah sasaran dan dapat membedakan dirinya dengan tersangka asli.
Kasus ini mencuat setelah kakak korban, Melanie Silviani, melaporkan dugaan penganiayaan dan penyekapan yang dialami adiknya ke Polda Jawa Barat. YTR saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung. Kondisinya disebut sangat memprihatinkan: ia tidak bisa melihat secara normal, bibirnya sumbing, sulit berbicara, dan kehilangan kemampuan berjalan. Keluarga berharap pelaku segera ditangkap agar mendapat keadilan.
Gubernur Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara melalui akun Instagramnya pada Senin (23/6). Ia mengajak seluruh warga Jawa Barat dan Indonesia untuk berpartisipasi membantu aparat menemukan Taufik Hidayat. "Kepada seluruh warga, mari kita sama-sama membantu mencarinya. Siapa pun yang mengetahui keberadaannya, segera informasikan kepada aparat agar yang bersangkutan dapat segera ditangkap," kata Dedi. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses penegakan hukum dan memberikan efek jera.
Sayembara berhadiah besar ini memicu reaksi beragam di masyarakat. Di satu sisi, inisiatif tersebut dianggap positif karena melibatkan warga dalam pengawasan. Namun, di sisi lain, kasus Aditya menunjukkan bahwa sayembara semacam ini berpotensi menimbulkan kesalahan identifikasi yang berbahaya. Warga yang tidak bersalah bisa menjadi korban amukan massa jika tidak ada verifikasi yang ketat. Polisi pun diimbau untuk lebih mengedepankan penyelidikan profesional dan tidak hanya mengandalkan informasi publik yang belum terverifikasi.
Ke depan, aparat kepolisian perlu memastikan bahwa setiap informasi yang masuk ditindaklanjuti dengan prosedur yang benar. Masyarakat juga diharapkan tetap tenang dan tidak main hakim sendiri. Pertanyaan yang menggantung: akankah sayembara ini benar-benar membawa Taufik Hidayat ke pengadilan, atau justru menimbulkan korban baru seperti Aditya? Waktu dan kerja sama semua pihak akan menjawabnya.



