Palace dan Everton Bahas Pertukaran Brennan Johnson dengan McNeil: Misi Ganda di Lini Sayap
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace dan Everton dikabarkan membahas opsi pertukaran pemain sayap, melibatkan Brennan Johnson dan Dwight McNeil, menyusul performa mengecewakan keduanya musim lalu.
- Johnson, yang diboyong Palace dengan rekor klub £35 juta, gagal mencetak gol dalam 18 penampilan Premier League, sementara McNeil hanya mencatat satu assist dari 22 laga.
- Nilai pasar yang timpang—Johnson lebih muda dua tahun dengan kontrak lebih panjang—menjadikan kesepakatan ini membutuhkan kompensasi finansial tambahan dari Everton jika negosiasi berlanjut.

Langkah Crystal Palace menggelontorkan dana 35 juta poundsterling untuk memboyong Brennan Johnson dari Tottenham pada Januari lalu sempat dianggap sebagai investasi besar demi menambah kecepatan dan ketajaman lini depan. Namun, tujuh bulan berselang, masa depan pemain internasional Wales itu justru menjadi bahan pembicaraan yang tak terduga di bursa transfer.
Johnson tiba di Selhurst Park setelah kehilangan tempat reguler di bawah asuhan Thomas Frank. Sebelumnya, ia menjadi top skor Spurs dengan 18 gol di semua kompetisi pada musim 2024/25, termasuk gol kemenangan di final Liga Europa melawan Manchester United. Palace pun memecahkan rekor transfer klub untuk mengamankan jasanya dengan kontrak hingga 2030.
Ekspektasi tinggi itu kandas di Premier League. Johnson hanya tampil 18 kali tanpa mencetak gol untuk Palace. Jika digabung dengan penampilannya di Tottenham, totalnya musim lalu hanya dua gol dan satu assist dari 34 laga liga. Meski ia ikut mengantarkan Palace juara Conference League dengan tujuh penampilan di fase gugur, kegagalan mencetak gol menjadi pertanyaan besar bagi pelatih anyar Pierre Sage.
Johnson memang tipikal pemain yang membutuhkan ruang di belakang pertahanan lawan. Kecepatan dan pergerakannya ke tiang jauh menjadi senjata andalan saat di Tottenham. Namun, ia kerap kesulitan ketika menghadapi pertahanan yang rapat dan diminta membangun serangan dari penguasaan bola. Sage mungkin menginginkan tipe winger berbeda, dan Dwight McNeil dari Everton bisa menjadi jawabannya.
McNeil memang tidak secepat Johnson, tetapi kaki kirinya, kemampuan crossing, dan eksekusi bola mati memberikan dimensi kreativitas lebih. Ia bisa bermain di sisi kiri atau bergeser ke tengah sebagai gelandang serang. Namun, musim lalu juga bukan musim yang mudah bagi pemain 25 tahun itu. Ia hanya tampil 22 kali di Premier League dengan 14 kali starter, tanpa gol dan hanya satu assist. Persaingan ketat dengan Iliman Ndiaye dan opsi penyerang lain membuatnya kehilangan menit bermain konsisten.
Menariknya, Palace sebenarnya sudah pernah mencoba merekrut McNeil pada bursa Januari lalu. Kesepakatan senilai sekitar 20 juta poundsterling sempat tercapai dan pemain bahkan sudah menjalani tes medis, sebelum transfer batal di menit-menit akhir. Sejarah itu membuat kabar terbaru ini semakin menarik untuk disimak.
Menurut laporan Alan Nixon melalui Patreon-nya, kedua klub telah membahas opsi pertukaran antara Johnson dan McNeil. Meski demikian, belum ada indikasi kesepakatan dekat atau persetujuan dari kedua pemain. Masalah nilai juga menjadi ganjalan: Johnson dibanderol 35 juta poundsterling dengan sisa kontrak empat tahun dan usia lebih muda, sementara McNeil hanya bernilai 20 juta poundsterling dengan kontrak yang hampir habis. Everton kemungkinan harus menambahkan uang tunai jika negosiasi berlanjut.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League berani mengambil langkah berisiko demi memperbaiki skuad. Keputusan Palace membayar mahal untuk Johnson yang kemudian gagal memenuhi ekspektasi menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya analisis mendalam sebelum membeli pemain, terutama di era transfer yang semakin kompleks. Jika kesepakatan ini terwujud, kedua klub sama-sama berharap mendapatkan angin segar di lini sayap mereka musim depan.
Pertanyaan besarnya, mampukah Sage memanfaatkan kreativitas McNeil untuk membongkar pertahanan rapat, atau justru Johnson akan kembali menemukan performa terbaiknya di bawah asuhan pelatih baru Everton? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: bursa transfer musim panas ini masih menyimpan banyak kejutan.



