Krafton Bawa Lima Game Baru ke Gamescom 2026, Termasuk Proyek Rahasia PUBG
Baca dalam 60 detik
- Krafton akan memamerkan lima judul game di Gamescom 2026, termasuk proyek baru dari PUBG Studios yang belum diumumkan.
- Lineup ini mencakup genre beragam, dari FPS open-world hingga RPG dark fantasy, menandai strategi diversifikasi Krafton di luar PUBG.
- Gamescom 2026 menjadi ajang uji coba bagi Krafton untuk meyakinkan pasar global, termasuk Indonesia, akan potensi franchise barunya.

Penerbit game asal Korea Selatan, Krafton, memastikan kehadirannya di ajang Gamescom 2026 yang akan berlangsung pada 26–30 Agustus di Cologne, Jerman. Dalam pameran tersebut, Krafton berencana memperkenalkan lima proyek game anyar, termasuk satu judul misterius yang masih dalam pengembangan PUBG Studios—sebuah langkah strategis untuk memperluas cengkeraman mereka di industri game global.
Bintang utama stan Krafton adalah proyek terbaru dari PUBG Studios yang belum diberi nama resmi. Game ini akan menjadi tayangan perdana publik dan dijanjikan menawarkan pendekatan segar terhadap waralaba PUBG, dengan latar dan mekanisme bermain yang orisinal. Langkah ini menunjukkan ambisi Krafton untuk tidak bergantung sepenuhnya pada battle royale yang telah mendunia, melainkan mengeksplorasi potensi naratif dan gameplay baru.
Selain proyek misterius tersebut, Krafton juga membawa NO LAW, game tembak-menembak (FPS) dunia terbuka yang dikembangkan oleh Neon Giant. Berlatar di kota pelabuhan Port Desire, game ini mengedepankan eksplorasi, penceritaan imersif, dan pertempuran dinamis di tengah masyarakat yang hampir tanpa aturan. Sementara itu, Project ZETA dari Nirvanana menghadirkan konsep arena taktis multi-tim, di mana empat kelompok bertempur secara simultan untuk menguasai artefak bernama Prism.
Dari segi petualangan naratif, Piccolo Studio akan memamerkan Age Twisters, game kooperatif yang dirancang khusus untuk dua pemain. Pemain berperan sebagai kakek dan cucu perempuannya dalam misi mengharukan mencari anggota keluarga yang hilang. Mekanisme uniknya memungkinkan pemain mengubah usia karakter untuk memecahkan teka-teki. Di sisi lain, Boundary memperkenalkan TARAE: The Unbound, sebuah aksi-RPG fantasi gelap dengan perspektif isometrik yang terinspirasi mitologi Timur. Enam protagonis harus menghadapi takdir mereka di dunia di mana siklus reinkarnasi dan tatanan karma mulai runtuh.
Bagi pasar Indonesia, langkah Krafton ini patut dicermati. PUBG sendiri masih memiliki basis pemain yang besar di Tanah Air, dan kehadiran judul-judul baru dengan genre beragam bisa menjadi angin segar bagi komunitas gamer lokal. Namun, persaingan di industri game semakin ketat, terutama dengan menjamurnya game-game dari pengembang China dan Eropa. Menurut analis industri, keberhasilan Krafton di Gamescom 2026 akan sangat bergantung pada sejauh mana game-game tersebut mampu menawarkan inovasi yang benar-benar berbeda dari yang sudah ada.
Dengan line-up yang mencakup FPS, RPG, petualangan kooperatif, dan waralaba baru, Krafton tampaknya serius ingin menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar perusahaan satu game. Pertanyaan besarnya: akankah para pengunjung Gamescom—dan pemain di seluruh dunia—terpikat oleh proyek-proyek ini, atau justru merindukan formula lama PUBG yang sudah terbukti?



