Kolombia Waspadai Ancaman Kongo: Lorenzo Minta Pemain Jaga Kepala Dingin
Baca dalam 60 detik
- Kolombia hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, namun dihadang Republik Demokratik Kongo yang tangguh.
- Pelatih Nestor Lorenzo menyoroti bahaya serangan balik cepat Kongo yang memanfaatkan formasi 5-3-2 dengan dua penyerang haus gol.
- Lorenzo menekankan pentingnya keseimbangan antara semangat juang dan ketenangan, mengingat atmosfer stadion yang bisa memicu emosi pemain.

Guadalajara, Meksiko โ Timnas Kolombia bersiap menghadapi ujian taktik yang berbeda saat berjumpa Republik Demokratik Kongo dalam laga kedua Grup K Piala Dunia 2026, Selasa (22/6) waktu setempat. Pelatih Nestor Lorenzo mengingatkan anak asuhnya untuk tidak lengah terhadap ancaman serangan balik cepat yang menjadi senjata utama tim Afrika tersebut.
Kemenangan 3-1 atas Uzbekistan pada laga perdana membawa Kolombia di ambang tiket ke babak 32 besar. Namun, Lorenzo menilai Kongo bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim asuhan Hector Cuper itu sukses menahan imbang Portugal 1-1 di pertandingan pertama, menunjukkan pertahanan solid dan transisi ofensif yang mematikan.
โMereka menggunakan formasi 5-3-2 dengan dua penyerang yang selalu berada di posisi tinggi. Transisi dan serangan balik menjadi ancaman utama yang harus kami kelola,โ ujar Lorenzo dalam konferensi pers, Senin (21/6). Ia menambahkan bahwa Kongo tidak akan mengubah gaya bermain meski berstatus underdog.
Lorenzo juga memberikan pujian khusus kepada Luis Diaz, yang tampil gemilang dengan satu gol dan satu assist saat melawan Uzbekistan. Penyerang Bayern Munich itu dianggap sebagai pemain serba bisa yang mampu membuka pertahanan lawan dari berbagai sisi. โYang penting bukan seberapa sering dia menyerang, tapi bagaimana serangan itu berakhir. Lucho adalah penyerang yang lengkap,โ kata Lorenzo.
Meski demikian, Lorenzo enggan membeberkan susunan pemain inti. Ia mengaku tidak memiliki keraguan besar dalam memilih skuad, namun tetap merahasiakan komposisi tim untuk menjaga kejutan taktis. โKami punya beberapa opsi, tapi semua pemain siap,โ ujarnya singkat.
Salah satu perhatian khusus Lorenzo adalah pengelolaan emosi pemain. Pada laga kontra Uzbekistan di Stadion Azteca, beberapa pemain Kolombia terlihat terharu oleh dukungan puluhan ribu suporter. Lorenzo meminta para pemain tetap fokus dan tidak terbawa atmosfer. โKami harus bermain dengan hati panas dan kepala dingin,โ tegasnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana tim Amerika Latin beradaptasi dengan gaya bermain Afrika yang fisik dan cepat. Pelajaran tentang manajemen emosi dan antisipasi serangan balik bisa menjadi referensi bagi Timnas Indonesia yang kerap menghadapi lawan dengan karakteristik serupa di kancah Asia.
Pertandingan Kolombia vs Kongo di Stadion Akron, Guadalajara, akan menjadi ujian sejauh mana Lorenzo mampu menerapkan strategi tanpa kehilangan identitas permainan menyerang khas Kolombia. Akankah Los Cafeteros mampu mengamankan tiket lebih awal, atau justru tersandung oleh keganasan The Leopards?



