Di Ambang Sejarah: Selandia Baru Incar Kemenangan Perdana Piala Dunia Lawan Belgia
Baca dalam 60 detik
- Selandia Baru, yang belum pernah menang di Piala Dunia, menghadapi Belgia dalam laga hidup-mati Grup G dengan modal satu poin.
- Pelatih Darren Bazeley merujuk pada sejumlah kejutan di turnamen ini, seperti kemenangan Afrika Selatan atas Korea Selatan, sebagai bukti bahwa timnya mampu membalikkan prediksi.
- Kapten Chris Wood, yang belum mencetak gol, menjadi kunci serangan; tim harus memaksimalkan peluangnya untuk lolos ke fase gugur.

Selandia Baru berada di persimpangan jalan. Tim berjuluk All Whites itu hanya memiliki satu poin dari dua pertandingan dan harus mengalahkan Belgia pada Jumat (27/6) untuk menjaga asa lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. Namun, pelatih Darren Bazeley percaya bahwa kejutan demi kejutan yang terjadi di turnamen ini membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil.
Anak asuh Bazeley memulai turnamen dengan hasil imbang 2-2 melawan Iran, lalu kalah 3-1 dari Mesir. Kini, mereka berhadapan dengan Belgia yang diperkuat nama-nama besar seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Jeremy Doku. Meski Belgia belum tampil gemilang, skuad mereka tetap menjadi ancaman serius. Skenario kelolosan Selandia Baru cukup rumit: mereka harus menang, dan Iran gagal mengalahkan pemuncak grup, Mesir. Alternatifnya, mereka bisa lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik.
Bazeley mencontohkan hasil-hasil mengejutkan yang terjadi baru-baru ini. "Kami melihat Afrika Selatan mengalahkan Korea Selatan, dan Jerman dikalahkan Ekuador—sebuah tim yang tadinya hanya punya satu poin bisa naik ke empat poin dan lolos," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (26/6). "Kami harus percaya. Keyakinan itu ada di dalam tim. Kami harus percaya bahwa kami cukup baik untuk meraih kemenangan besok dan membuat sejarah."
Kunci permainan Selandia Baru ada pada kapten Chris Wood. Striker Nottingham Forest berusia 34 tahun itu belum menemukan gawang lawan, namun kontribusinya sebagai pengumpan dan pemimpin lini depan tetap vital. Bazeley mengakui bahwa tim belum memberikan pelayanan optimal kepada Wood. "Dia adalah pencetak gol, pemain Premier League. Kami belum memberinya umpan yang sempurna. Peluang jatuh ke pemain lain, dan mereka memanfaatkannya, tapi kami harus memberi Wood bola di area yang bisa ia konversi menjadi gol," jelas Bazeley.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Selandia Baru ini mengingatkan pada perjuangan tim-tim underdog di kancah global. Meski tidak ada keterkaitan langsung, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan All Whites bisa menjadi inspirasi bagi Timnas Indonesia yang juga berjuang menembus Piala Dunia. Momen seperti ini menunjukkan bahwa di sepak bola, peringkat dan prediksi sering kali tidak berarti apa-apa di lapangan.
Pertandingan melawan Belgia akan menjadi ujian mental dan taktik. Bazeley menekankan bahwa timnya harus bermain tanpa beban. "Kesempatan ada di depan kami. Para pemain bisa keluar dan mewujudkannya," katanya. Apakah Selandia Baru mampu menulis ulang sejarah? Atau Belgia akan membuktikan kelasnya? Jawabannya akan diketahui dalam 90 menit yang menentukan.



