Plata Pahlawan Ekuador: Kalahkan Jerman 2-1, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Gol telat Gonzalo Plata mengamankan tiket Ekuador ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Jerman 2-1.
- Ekuador bangkit dari ketertinggalan awal berkat gol Nilson Angulo dan Plata, sementara Jerman tetap memuncaki grup meski kalah.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Ekuador yang hanya sekali lolos ke fase gugur sebelumnya, yakni pada 2006.

Ekuador memastikan langkah mereka ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Jerman 2-1 di Stadion New York/New Jersey, Kamis (25/6) waktu setempat. Gol penentu dari Gonzalo Plata pada menit ke-77 menjadi puncak kebangkitan tim asuhan Sebastian Beccacece yang sebelumnya nyaris tersingkir.
Jerman sebenarnya unggul cepat melalui gol pertama Leroy Sane di turnamen besar, memanfaatkan umpan Florian Wirtz pada menit kedua. Itu menjadi gol tercepat Jerman di Piala Dunia sejak 1934. Namun, Ekuador tidak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Nilson Angulo, yang baru pertama kali menjadi starter di turnamen ini, melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang menembus celah kaki Aleksandar Pavlovic dan Manuel Neuer pada menit kesembilan.
Babak kedua diwarnai kontroversi ketika wasit Tori Penso menganulir penalti untuk Jerman setelah meninjau VAR karena pelanggaran Sane terlebih dahulu. Momentum berbalik ke pihak Ekuador, yang terus menekan. Peluang Plata sempat membentur mistar, namun akhirnya ia berhasil mencetak gol kemenangan setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti Jerman akibat kesalahan Neuer dan Jonathan Tah.
Kemenangan ini menjadi pelepas dahaga bagi Ekuador yang hanya meraih satu poin dari dua laga sebelumnya. Pelatih Beccacece menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah milik rakyat Ekuador. "Ini untuk mereka. Biarkan mereka merayakan dan menikmatinya," ujarnya. Sementara itu, kapten Jerman Joshua Kimmich mengakui kekalahan timnya layak terjadi. "Kami mulai baik, tapi kemudian kehilangan bola terlalu mudah. Kami membuat mereka nyaman dan layak kalah di babak kedua," katanya kepada ARD.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Ekuador menjadi kisah inspiratif tentang kebangkitan tim yang sempat terpuruk. Dengan skuad yang mayoritas bermain di liga-liga Eropa, Ekuador membuktikan bahwa kerja keras dan kepercayaan diri bisa mengubah nasib. Langkah mereka selanjutnya akan ditentukan oleh hasil undian babak 32 besar, yang akan digelar akhir pekan ini.
Pertanyaan kini mengemuka: mampukah Ekuador melaju lebih jauh dari pencapaian terbaik mereka di 2006? Dengan semangat yang membara seperti yang ditunjukkan Plata, bukan tidak mungkin La Tri akan menjadi kejutan berikutnya di Piala Dunia 2026.



