Ekuador Bangkit dari Keterpurukan, Hajar Jerman dan Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Ekuador menang dramatis 2-1 atas Jerman di laga pamungkas Grup E, membalikkan keadaan setelah tertinggal di menit kedua.
- Kemenangan ini mengakhiri paceklik gol Ekuador setelah 39 tembakan tanpa hasil, sekaligus memastikan tiket ke babak gugur sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
- Jerman tetap lolos sebagai juara grup, namun catatan kebobolan di setiap pertandingan menjadi alarm bagi pertahanan mereka menjelang fase knockout.

Tim nasional Ekuador menorehkan comeback heroik dengan membungkam Jerman 2-1 di Stadion New York/New Jersey, Kamis (26/6) waktu setempat, sekaligus memastikan langkah mereka ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tertinggal sejak menit kedua, skuad asuhan Sebastian Beccacece bangkit melalui gol Nilson Angulo dan Gonzalo Plata untuk membalikkan tekanan menjadi kemenangan yang membawa mereka lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik.
Jerman yang sudah memastikan diri sebagai juara grup justru tampil tanpa beban dan langsung tancap gas. Leroy Sane memanfaatkan umpan cepat Florian Wirtz dari lemparan ke dalam untuk melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti pada menit kedua. Gol tersebut menjadi gol perdana Sane di turnamen besar setelah 15 penampilan. Ekuador protes karena Aleksandar Pavlovic dinilai mengenai kepala Pedro Vite dalam proses terjadinya gol, namun wasit Tori Penso tetap mengesahkannya.
Alih-alih gentar, Ekuador justru bereaksi cepat. Tujuh menit setelah kebobolan, Nilson Angulo melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti yang gagal diantisipasi Manuel Neuer. Bola masuk ke sudut gawang, memicu euforia suporter Ekuador yang memenuhi stadion. Itu adalah gol pertama Ekuador di turnamen ini setelah 39 percobaan tanpa hasil sebelumnya.
Babak kedua diwarnai kontroversi. Wasit Penso sempat menunjuk titik putih setelah Kai Havertz dijatuhkan Joel Ordonez. Namun, setelah meninjau VAR, keputusan dibatalkan karena pelanggaran Jerman di awal serangan. Momentum berbalik ke pihak Ekuador, yang akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-78. Gonzalo Plata menjadi pahlawan dengan menyambar bola muntah hasil sundulan Kevin Rodriguez dari sepak pojok, menaklukkan Neuer untuk kedua kalinya.
Bagi Indonesia, perjalanan Ekuador menjadi pelajaran berharga tentang kegigihan. Tim yang nyaris tersingkir setelah kalah dari Pantai Gading dan ditahan Curacao mampu bangkit di laga penentu. Mentalitas pantang menyerah seperti ini kerap menjadi pembeda di turnamen besar, sesuatu yang bisa diadopsi oleh timnas Indonesia dalam menghadapi tekanan di kualifikasi Piala Dunia mendatang.
Kapten Jerman Joshua Kimmich mengakui kelemahan timnya. "Kami terus memberi peluang kepada lawan melalui turnover. Beruntung belum ada dampak fatal, tapi kami tidak boleh terus kebobolan satu atau dua gol setiap pertandingan," ujarnya. Sementara itu, Gonzalo Plata menegaskan keyakinan timnya: "Kami berjuang sampai akhir, dan syukurlah hasilnya berpihak."
Dengan hasil ini, Jerman tetap melaju sebagai juara grup, namun catatan pertahanan yang rapuh menjadi pekerjaan rumah serius. Ekuador, di sisi lain, membuktikan bahwa sepak bola tidak pernah berakhir hingga peluit panjang dibunyikan. Pertanyaan besarnya: akankah momentum ini membawa mereka melangkah lebih jauh, atau justru Jerman yang akan memperbaiki diri sebelum terlambat?



