Saham Perbankan Nigeria Melonjak, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 152 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Indeks utama bursa Nigeria naik 0,97% pada Senin, didorong aksi beli saham bank besar seperti GTCO dan Zenith.
- Kapitalisasi pasar bertambah 1,52 triliun naira (sekitar Rp 152 triliun) dalam sehari, menandai penguatan year-to-date 53,08%.
- Sektor perbankan memimpin kenaikan (+4,64%), sementara asuransi dan barang konsumsi justru terkoreksi.

Lonjakan minat beli terhadap saham perbankan utama Nigeria—GTCO, Zenith Bank, dan FirstHoldco—mendorong indeks bursa domestik ke level tertinggi baru pada awal pekan ini. Nigerian Exchange (NGX) All-Share Index ditutup menguat 0,97% ke posisi 238.219,19 poin, menambah kapitalisasi pasar sebesar 1,52 triliun naira (setara Rp 152 triliun) menjadi total 152,85 triliun naira.
Volume perdagangan melonjak menjadi 489,05 juta unit dengan nilai transaksi mencapai 36,71 miliar naira, naik signifikan dibandingkan sesi sebelumnya yang hanya 440,30 juta unit senilai 24,67 miliar naira. Jumlah transaksi juga meningkat dari 50.190 menjadi 63.747 deal. Saham FIDELITYBK menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan volume 48,75 juta unit, sementara MTNN memuncaki nilai transaksi dengan 16,64 miliar naira.
Kenaikan harga saham dipimpin oleh FIRSTHOLDCO dan GTCO yang masing-masing naik 10%, disusul INTENEGINS (+9,88%) dan Zenith Bank (+7,09%). Di sisi lain, saham ZICHIS menjadi penderita terbesar dengan koreksi 10%, diikuti CONHALLPLC (-9,94%) dan ETERNA (-9,90%).
Kinerja sektoral bervariasi: perbankan melesat 4,64% dan industri naik tipis 0,04%, sementara asuransi turun 1,43%, barang konsumsi minus 0,40%, dan migas terkoreksi 0,06%. Sektor komoditas tercatat stagnan. Para analis menilai aksi beli ini dipicu oleh optimisme investor terhadap prospek laba emiten perbankan dan penyesuaian portofolio menjelang akhir tahun.
Bagi investor Indonesia, pergerakan bursa Nigeria ini menarik dicermati mengingat karakteristik pasar emerging yang serupa. Lonjakan saham perbankan di NGX mengindikasikan kepercayaan terhadap sektor keuangan negara Afrika tersebut, yang bisa menjadi sinyal bagi aliran modal asing ke pasar serupa. Meski demikian, volatilitas tetap tinggi—tercermin dari koreksi di sektor asuransi dan barang konsumsi.
Ke depan, momentum bullish diperkirakan berlanjut seiring sentimen positif investor dan rotasi portofolio yang masih berlangsung. Namun, pertanyaan besar tetap mengemuka: akankah penguatan ini bertahan di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian global? Pasar akan terus memantau data ekonomi Nigeria pekan ini untuk mengonfirmasi arah tren.



