Man City Tunjuk Enzo Maresca sebagai Pengganti Guardiola, Kompensasi Rp200 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Manchester City mencapai kesepakatan kompensasi dengan Chelsea untuk menunjuk Enzo Maresca sebagai manajer baru dengan kontrak tiga tahun.
- Maresca menjadi kandidat tunggal pengganti Pep Guardiola, dengan nilai kompensasi diperkirakan lebih dari ยฃ10 juta atau sekitar Rp200 miliar.
- Kepastian manajer baru ini dinilai krusial untuk mengunci masa depan pemain dan strategi transfer City, termasuk upaya merekrut Elliot Anderson.

Manchester City akhirnya menemukan pengganti Pep Guardiola. Klub raksasa Premier League itu dikabarkan segera menunjuk Enzo Maresca, mantan pelatih Chelsea, sebagai manajer anyar dengan kontrak tiga musim. Kesepakatan kompensasi dengan rival sekota mereka disebut telah tercapai, membuka jalan bagi kepindahan pelatih asal Italia tersebut ke Etihad Stadium.
Proses negosiasi berlangsung alot selama sebulan terakhir sejak Guardiola mengumumkan hengkang setelah satu dekade membesut City. Sumber internal BBC Sport mengonfirmasi bahwa nilai kompensasi yang harus dibayarkan City ke Chelsea mencapai lebih dari ยฃ10 juta, setara dengan sekitar Rp200 miliar. Angka ini dinilai wajar mengingat Maresca masih terikat kontrak dengan Chelsea hingga 2029 sebelum ia pergi pada Januari lalu.
Bagi Chelsea, kompensasi tersebut menjadi hak yang harus dibayarkan berdasarkan klausul kontrak. Klub asal London Barat itu bahkan sempat menjajaki opsi hukum untuk memastikan pembayaran. Namun, dengan adanya kesepakatan ini, kedua klub bisa segera fokus pada persiapan musim depan.
Manajemen City sendiri enggan berkomentar saat dihubungi wartawan. Namun, langkah cepat mereka dalam menunjuk Maresca menunjukkan keseriusan untuk mempertahankan dominasi di kancah domestik dan Eropa. Maresca dinilai sebagai sosok ideal untuk meneruskan warisan Guardiola, meski tugasnya tidak ringan.
Ketiadaan Maresca selama beberapa pekan terakhir sempat membuat sejumlah pemain City gamang. Mereka yang tidak berlaga di Piala Dunia dijadwalkan kembali berlatih pada pertengahan Juli, namun tanpa kehadiran manajer baru, pembicaraan soal masa depan terpaksa tertunda. Situasi ini menjadi krusial mengingat City harus segera mencari pengganti kapten Bernardo Silva yang akan pergi.
Di sisi lain, aktivitas transfer tetap berjalan di belakang layar. City dikabarkan sudah dua kali mengajukan tawaran untuk gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, namun ditolak. Klub berjuluk The Citizens itu diperkirakan akan mengajukan tawaran ketiga dengan persetujuan Maresca. Anderson dianggap sebagai pemain muda potensial yang bisa mengisi kekosongan di lini tengah.
Menurut analis City Xtra, Freddie Pye, keterlambatan pengumuman Maresca tidak terlalu merugikan City. "Mengingat tidak ada latihan pramusim hingga bulan depan, dan hanya pemain non-Piala Dunia yang terlibat, mungkin Maresca dan City tidak kehilangan apa pun. Ia kemungkinan sudah berkomunikasi erat dalam perencanaan musim baru," ujarnya. Pye juga menambahkan bahwa City tetap memiliki daya tarik kuat bagi pemain, terlepas dari siapa pelatihnya. "Proyek ini tetap menjanjikan kemenangan, fasilitas tak tertandingi, dan awal era baru yang menarik."
Namun, ia juga mengingatkan bahwa beberapa pemain mungkin melihat kepergian Guardiola sebagai akhir dari sebuah era. "Mereka mungkin merasa tidak perlu bertahan jika sudah merasakan kesuksesan beberapa musim terakhir," kata Pye. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Maresca untuk meyakinkan skuad inti agar tetap setia.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik untuk diikuti. City yang selama ini identik dengan Guardiola kini harus membuktikan bahwa kesuksesan mereka bukan semata-mata karena sosok pelatih. Maresca, yang pernah menangani Chelsea dengan hasil kurang memuaskan, mendapat kesempatan emas untuk membangun kembali reputasinya. Pertanyaan besarnya, akankah ia mampu mempertahankan standar tinggi yang telah ditetapkan Guardiola? Atau justru City akan mengalami kemunduran seperti yang dialami Manchester United pasca era Sir Alex Ferguson?



