Jalanan Paling Fotogenik di Dunia: Rute Pesisir Mendominasi Riset Instagram
Baca dalam 60 detik
- Studi eCarsTrade mengungkap rute Lofoten di Norwegia sebagai jalan paling banyak difoto di Instagram dengan 2,5 juta unggahan.
- Tujuh dari sepuluh rute teratas merupakan jalur pesisir, menegaskan daya tarik pemandangan laut bagi wisatawan global.
- Tren ini mengindikasikan pergeseran preferensi perjalanan ke arah pengalaman visual yang siap dibagikan di media sosial.

Jalanan berliku di tepi fjord Norwegia, gurun pasir Amerika, hingga tebing terjal Irlandia—semua bersaing dalam daftar rute perjalanan darat paling fotogenik versi media sosial. Sebuah studi terbaru dari eCarsTrade, perusahaan mobil asal Eropa, mengukur popularitas 37 jalur pemandangan di enam benua berdasarkan jumlah unggahan di Instagram. Hasilnya, rute pesisir mendominasi papan atas, menandakan bahwa wisatawan modern semakin terobsesi dengan pemandangan laut yang siap dijadikan konten.
Lofoten Scenic Route di Norwegia menjadi juara dengan sekitar 2,5 juta tagar Instagram. Rute sepanjang kepulauan Arktik ini menawarkan perpaduan gunung curam, fjord dalam, dan desa nelayan kecil yang kontras dengan salju abadi. Posisi kedua ditempati Route 66 Amerika Serikat dengan 2,3 juta unggahan. Jalan raya legendaris yang membentang dari Chicago hingga Santa Monica ini tidak hanya menyajikan gurun dan kota kecil bergaya retro, tetapi juga sarat dengan budaya koboi yang masih terasa di negara bagian Oklahoma, Texas, New Mexico, dan Arizona.
Di urutan ketiga, Wild Atlantic Way Irlandia mengoleksi lebih dari dua juta postingan. Sepanjang 2.500 kilometer di pesisir barat Irlandia, pengemudi disuguhi tebing dramatis seperti Cliffs of Moher, jalan berkelok, dan hamparan Samudra Atlantik yang tak berujung. Australia menyusul di posisi keempat melalui Great Ocean Road, yang terkenal dengan tebing terjal dan formasi batuan Twelve Apostles. Rute ini juga populer di kalangan pengguna campervan berkat banyaknya tempat berkemah di sepanjang jalan.
Bagi pelancong Indonesia, temuan ini membuka peluang untuk merancang perjalanan darat yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga bernilai estetika tinggi. Meski jarak dan biaya menjadi kendala, popularitas rute-rute tersebut bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan jalur wisata serupa di dalam negeri, seperti jalur lintas Sumatera atau pesisir selatan Jawa yang belum tergarap maksimal. Pemerintah daerah dapat memanfaatkan tren ini untuk mempromosikan potensi pemandangan lokal melalui media sosial, mengingat wisatawan kini cenderung memilih destinasi yang "Instagramable".
Menurut analis pariwisata, dominasi rute pesisir dalam studi ini mencerminkan pergeseran preferensi wisatawan pascapandemi. "Orang mencari pengalaman terbuka yang aman dan visualnya kuat. Jalan tepi laut menawarkan keduanya," ujar seorang pengamat industri. Data ini juga menjadi sinyal bagi penyedia jasa perjalanan untuk mengemas paket road trip yang menonjolkan spot foto ikonik, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti penginapan dan restoran bertema.
Ke depan, persaingan antarnegara untuk merebut perhatian wisatawan melalui keindahan jalan raya diprediksi semakin ketat. Apakah Indonesia siap menggarap potensi rute daratnya untuk bersaing di panggung global?



