Como Borong Pemain Brasil demi Kiprah Perdana di Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- Klub promosi Serie A, Como, mencapai kesepakatan dengan Cruzeiro untuk bek kiri Kaiki Bruno dengan nilai transfer mencapai €14 juta.
- Pemain berusia 23 tahun itu hanya memiliki satu caps senior Brasil, namun dianggap sebagai investasi jangka panjang oleh Como yang baru lolos ke Liga Champions.
- Como juga dikabarkan tengah memburu gelandang Getafe, Luis Milla, sebagai bagian dari belanja besar-besaran musim panas ini.

Como 1907, klub promosi Serie A yang musim depan akan tampil perdana di Liga Champions, terus agresif di bursa transfer. Kali ini, tim asuhan Cesc Fabregas dikabarkan sepakat mendatangkan bek kiri asal Brasil, Kaiki Bruno, dari Cruzeiro dengan total biaya mencapai €14 juta.
Kesepakatan tersebut dikonfirmasi oleh pakar transfer Fabrizio Romano dan Gianluca Di Marzio. Menurut Romano, Como akan membayar €12 juta sebagai biaya tetap, ditambah €2 juta dalam bentuk bonus berdasarkan performa. Sementara itu, Di Marzio melaporkan bahwa transfer ini akan dikemas sebagai pinjaman dengan kewajiban pembelian di akhir musim, dengan nilai total mencapai €15 juta—kemungkinan sudah termasuk biaya peminjaman.
Kaiki Bruno, 23 tahun, merupakan produk asli akademi Cruzeiro. Kontraknya bersama klub Brasil tersebut masih berlaku hingga Desember 2027. Musim ini, ia mencatatkan empat assist dalam 32 pertandingan kompetitif untuk Cruzeiro. Meski hanya memiliki satu caps senior bersama Timnas Brasil—saat laga persahabatan melawan Kroasia pada April 2026—Kaiki dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di Eropa.
Langkah Como mendatangkan pemain Brasil ini menjadi sinyal ambisi mereka untuk bersaing di level tertinggi. Setelah memastikan tiket ke Liga Champions, klub yang bermarkas di Danau Como itu tidak main-main dalam memperkuat skuad. Selain Kaiki, Como juga dikabarkan tengah mendekati gelandang Getafe, Luis Milla, sebagai tambahan amunisi lini tengah.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Como ini menarik untuk dicermati. Bagaimana tidak, klub yang baru promosi ke Serie A pada musim 2023/24 ini langsung berani mengeluarkan dana besar untuk pemain muda Brasil. Ini menunjukkan bahwa sepak bola Italia tidak lagi didominasi oleh klub-klub besar seperti Juventus, AC Milan, atau Inter Milan. Como ingin membangun identitas baru dengan merekrut talenta-talenta muda Amerika Selatan yang masih bisa berkembang.
Namun, ada risiko yang menyertai. Kaiki baru sekali merasakan atmosfer tim nasional senior Brasil, dan belum teruji di kompetisi Eropa. Adaptasi dengan gaya bermain Serie A yang terkenal taktis dan fisik bisa menjadi tantangan tersendiri. Jika gagal beradaptasi, investasi €14 juta bisa menjadi beban bagi Como yang notabene bukan klub kaya raya seperti raksasa Italia lainnya.
Di sisi lain, Cruzeiro kehilangan salah satu aset berharganya. Klub yang pernah menjadi kekuatan di Brasil ini kini harus merelakan pemain mudanya hengkang ke Eropa. Bagi Cruzeiro, transfer ini menjadi bukti bahwa akademi mereka masih menghasilkan pemain berkualitas, meski klub sedang dalam masa transisi.
Dengan belanja besar-besaran ini, Como jelas tidak ingin hanya menjadi pelengkap di Liga Champions. Pertanyaannya, mampukah mereka bersaing dengan klub-klub elite Eropa yang sudah mapan? Ataukah ini hanya langkah nekat yang berujung pada krisis finansial? Waktu yang akan menjawab.



