Dybala di Simpang Jalan: Roma, Boca Juniors, dan Juventus Berebut Tanda Tangan
Baca dalam 60 detik
- Paulo Dybala masih menunggu tawaran kontrak baru dari AS Roma setelah permintaan gaji tahunan โฌ3 juta belum dipenuhi.
- Boca Juniors, dengan campur tangan langsung presiden Juan Roman Riquelme, terus merayu pemain Argentina itu untuk kembali ke tanah air.
- Mantan klub Dybala, Juventus, juga dikabarkan memantau situasi, menjadikan masa depan sang pemain semakin tidak menentu.

Paulo Dybala, bintang sepak bola Argentina yang kontraknya di AS Roma akan habis akhir bulan ini, masih menunda keputusan meskipun dua klub raksasa Amerika Selatan dan mantan timnya di Italia terus mendekatinya. Situasi ini menempatkan pemain berjuluk La Joya itu dalam pusaran negosiasi yang rumit, di mana Roma belum mampu memenuhi permintaan gajinya.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Boca Juniors tidak tinggal diam. Presiden klub, Juan Roman Riquelme, bersama direktur teknis Rodolfo Arruabarrena, telah menghubungi Dybala secara langsung untuk memaparkan proyek ambisius mereka. Bagi Boca, Dybala bukan sekadar pemain; ia adalah simbol yang bisa membawa kejayaan kembali ke La Bombonera. Namun, hingga saat ini, Dybala tetap menjadikan perpanjangan kontrak dengan Roma sebagai prioritas utama.
Di sisi lain, Juventus, klub yang membesarkan namanya, juga dikabarkan sempat menjajaki kemungkinan membawanya pulang ke Turin. Meski demikian, sumber yang sama menyebut bahwa Dybala belum memberikan respons positif terhadap pendekatan tersebut. Ia tampak ingin menyelesaikan urusannya dengan Roma terlebih dahulu.
Perbedaan angka antara tawaran dan permintaan menjadi batu sandungan utama. Roma hanya bersedia memberikan โฌ2,3 juta per tahun, sementara Dybala menginginkan โฌ3 juta. Klub ibu kota Italia itu juga menyertakan bonus yang dikaitkan dengan jumlah penampilannya pada musim 2026-27, sebuah skema yang dinilai belum cukup mengikat. Pertemuan antara pemilik Roma, Ryan Friedkin, dengan agen Dybala, Carlos Novel, belum membuahkan hasil. Kini, direktur olahraga anyar Roma, Tony DโAmico, ditugaskan untuk merampungkan negosiasi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi Dybala menarik untuk diikuti karena ia adalah salah satu pemain Argentina paling populer di era modern. Jika ia memilih kembali ke Boca, gairah sepak bola Amerika Selatan bisa kembali menyala, mengingat banyak penggemar di Indonesia yang mengidolakan klub-klub Argentina. Sebaliknya, jika ia bertahan di Eropa, persaingan di Serie A akan semakin menarik, terutama dengan kehadiran pemain sekaliber Dybala.
Ke depan, keputusan Dybala tidak hanya akan menentukan kariernya, tetapi juga bisa mempengaruhi peta kekuatan di Serie A dan Liga Argentina. Apakah ia akan memilih tantangan baru di Amerika Selatan, kembali ke Juventus, atau tetap setia menunggu kesepakatan dengan Roma? Jawabannya mungkin akan diketahui dalam beberapa pekan mendatang.



