Itoje Absen, Inggris Panggil Noah Caluori untuk Nations Championship
Baca dalam 60 detik
- Maro Itoje diistirahatkan karena melampaui batas rekomendasi pertandingan World Rugby, membuka peluang bagi pemain muda.
- Noah Caluori, pemain sayap Saracens berusia 19 tahun, mendapat panggilan perdana setelah memuncaki daftar pencetak try Premiership.
- Format Nations Championship yang baru menguji kedalaman skuad Inggris dengan tiga laga tandang di tiga negara berbeda.

Kapten timnas Inggris, Maro Itoje, dipastikan absen pada laga uji coba melawan Afrika Selatan, 4 Juli mendatang, setelah tidak masuk dalam skuad Nations Championship musim panas ini. Keputusan itu diambil sebagai bentuk manajemen beban kerja, mengingat pemain berusia 31 tahun itu telah melampaui rekomendasi World Rugby yang membatasi maksimal 30 pertandingan per musim dalam dua musim terakhirnya.
Selain memimpin Inggris dan klubnya Saracens, Itoje juga menjadi kapten British and Irish Lions saat menjuarai seri melawan Australia tahun lalu. Ia pun baru saja melalui masa duka atas kepergian ibunya, Florence, yang meninggal pada Desember lalu. Kehadirannya di pemakaman di Nigeria dan izin bergabung terlambat ke pemusatan latihan menjelang Six Nations menunjukkan beban fisik dan mental yang diembannya.
Dengan absennya Itoje, pelatih kepala Steve Borthwick memanggil lima pemain yang belum pernah tampil di level internasional. Salah satu nama menonjol adalah Noah Caluori, pemain sayap Saracens berusia 19 tahun yang musim ini menjadi pencetak try terbanyak bersama di Premiership dengan 18 try. Caluori, yang dikenal karena lompatannya yang luar biasa sebagai ancaman udara, mengalahkan pesaing seperti Adam Radwan, Tom Roebuck, dan Henry Arundell.
Pemain lain yang menarik perhatian adalah Benhard Janse van Rensburg, center kelahiran Afrika Selatan yang akan memenuhi syarat residensi untuk Inggris tepat sebelum laga melawan Fiji dan Argentina pada 11 dan 18 Juli. Bersamanya, ada Max Ojomoh (Bath), Henry Slade (Exeter), dan Seb Atkinson (Gloucester) sebagai opsi di lini tengah, sementara Ollie Lawrence serta duo Northampton Fraser Dingwall dan Tom Litchfield tidak dipanggil.
Di lini depan, Asher Opoku-Fordjour dari Sale yang biasanya bermain sebagai tighthead prop juga akan melapis loosehead prop, mengingat Ellis Genge baru pulih dari cedera betis dan Bevan Rodd serta Fin Baxter absen. Sementara itu, Greg Fisilau dari Exeter menjadi opsi kedua di posisi nomor delapan di bawah Ben Earl, menggeser Alex Dombrandt.
Borthwick mengakui bahwa jadwal Nations Championship yang baru—menggantikan tur musim panas tradisional yang hanya di satu lokasi—menghadirkan tantangan tersendiri. Inggris akan menghadapi juara dunia Afrika Selatan di ketinggian Johannesburg, lalu menjamu Fiji di Liverpool, dan terbang ke Santiago del Estero, Argentina, untuk bertemu Pumas.
“Kami memilih skuad dengan perpaduan pengalaman dan bakat muda yang baik. Nations Championship memberikan tantangan menarik bagi grup ini. Kami akan menghadapi lawan kuat di lingkungan yang menuntut, dengan perjalanan ekstensif dan perubahan iklim yang menguji skuad sepanjang turnamen,” ujar Borthwick.
Dengan hanya menyertakan lima pemain berpengalaman di barisan belakang dan sejumlah opsi baru di lini depan, komposisi skuad ini menunjukkan bahwa Borthwick tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga regenerasi. Pertanyaan besarnya: apakah para debutan mampu tampil di panggung internasional yang keras, atau justru menjadi titik lemah Inggris di Nations Championship?



