Telkom Siapkan TLKM 30: Rampingkan Struktur, Genjot Nilai Aset
Baca dalam 60 detik
- Telkom Indonesia meluncurkan strategi TLKM 30 dengan empat pilar untuk meningkatkan profitabilitas dan daya saing global.
- Perusahaan menargetkan pengurangan jumlah anak usaha dari 67 menjadi 15, termasuk menutup 10 entitas dalam waktu dekat.
- Langkah unlock value akan memaksimalkan potensi aset digital seperti kabel laut, fiber optik, dan satelit yang dinilai masih undervalued.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan strategi jangka menengah bertajuk TLKM 30 yang bertujuan mentransformasi perusahaan menjadi entitas digital berkelas dunia. Direktur Utama Dian Siswarini memaparkan rencana ini dalam acara Economic Update 2026 CNBC Indonesia, Senin (22/6/2026), dengan fokus pada peningkatan profitabilitas dan keberlanjutan.
Strategi TLKM 30 dibangun di atas empat pilar utama. Pilar pertama adalah operational excellence dan service excellence, yang mencakup transformasi budaya, tata kelola, efektivitas alokasi modal, serta optimalisasi imbal hasil produk. Pilar kedua adalah streamlining, yaitu perampingan struktur Telkom Group melalui divestasi dan konsolidasi bisnis yang tidak lagi relevan dengan inti perusahaan.
Dian menegaskan bahwa langkah streamlining sudah mulai dijalankan. Salah satu contohnya adalah diversifikasi bisnis asuransi kesehatan AdMedica Group dan Telkommedica yang kini dilebur menjadi Fulton Health. Menurut Dian, bisnis ini memiliki valuasi menarik dan menunjukkan bahwa investor masih antusias terhadap prospek Indonesia. Selain itu, Telkom berencana menutup 10 anak perusahaan hingga akhir Juni, dan secara bertahap mengurangi total entitas dari 67 menjadi hanya 15.
Pilar ketiga, unlock value, menjadi sorotan karena Telkom memiliki aset digital yang sangat luas, mulai dari infrastruktur bawah laut (submarine cable), darat (fiber optik dan tower), hingga satelit di orbit. Dian menilai bahwa nilai aset tersebut belum sepenuhnya tercermin di pasar. "Kami memiliki aset yang luar biasa banyak, di darat, laut, dan udara. Nilainya jauh lebih tinggi dari yang diapresiasi market sekarang," ujarnya. Pilar keempat adalah modus operandisif, yaitu peralihan operation holding ke strategic holding untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Bagi investor Indonesia, strategi TLKM 30 memberikan sinyal bahwa Telkom serius melakukan transformasi untuk meningkatkan daya saing di era digital. Langkah perampingan dan unlock value berpotensi mendongkrak valuasi saham TLKM yang selama ini dianggap undervalued. Namun, keberhasilan strategi ini akan sangat tergantung pada eksekusi di lapangan, terutama dalam hal divestasi dan konsolidasi anak usaha yang kompleks.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah seberapa cepat Telkom dapat merealisasikan target pengurangan anak usaha dan apakah pasar akan merespons positif langkah unlock value aset digital. Jika berhasil, TLKM 30 bisa menjadi cetak biru bagi BUMN lain yang ingin bertransformasi menjadi pemain global.



