Lockup Expiry SpaceX Berakhir: Saham Tertekan, Volatilitas Diprediksi Meningkat
Baca dalam 60 detik
- Saham SpaceX melemah 1,3% setelah 20% saham terkunci mulai bisa dijual, memicu kekhawatiran aksi jual insider.
- Berbeda dari IPO lain, SpaceX mengizinkan penjualan bertahap lebih awal, meningkatkan pasokan saham di pasar.
- Analis memperkirakan volatilitas tetap tinggi dalam jangka pendek, meski tidak ada kewajiban bagi insider untuk menjual.

Jakarta, LyndHub โ Saham SpaceX kembali tertekan pada perdagangan Kamis (6/8) setelah masa lockup berakhir, membuka peluang bagi para eksekutif, karyawan, dan investor awal untuk menjual sebagian kepemilikan mereka. Kondisi ini menambah daftar tantangan yang dihadapi perusahaan antariksa tersebut sejak resmi melantai di bursa pada Juni lalu.
Harga saham SpaceX tercatat turun 1,3 persen ke level US$106,45 per lembar. Pelemahan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar bahwa tambahan pasokan saham dari kalangan insider dapat memperberat tekanan yang sudah ada. Sejak IPO, pergerakan saham perusahaan yang dipimpin Elon Musk ini memang belum stabil, kerap berfluktuasi mengikuti sentimen pasar dan kabar terbaru seputar bisnisnya.
Dalam skema standar, perusahaan yang baru go public biasanya memberlakukan masa lockup selama 180 hari untuk mencegah insider menjual sahamnya terlalu cepat. Tujuannya jelas: menjaga volatilitas tetap terkendali dan memberikan waktu bagi pasar untuk menyerap saham baru secara bertahap. Namun, SpaceX mengambil pendekatan berbeda. Perusahaan mengizinkan hingga 20 persen dari total saham terkunci untuk mulai diperdagangkan lebih awal, tepatnya pada hari kedua setelah pengumuman laba kuartal kedua.
Kebijakan yang tidak lazim ini memicu kekhawatiran analis. Meskipun berakhirnya lockup tidak serta-merta memaksa insider untuk menjual, momen seperti ini kerap dipandang sebagai sinyal potensi aksi jual. Banyak pihak menilai, karyawan dan investor awal mungkin tergoda untuk merealisasikan keuntungan atau mengalihkan dana ke peluang investasi lain yang lebih menjanjikan.
โKaryawan dan investor awal mungkin ingin mengamankan keuntungan atau berinvestasi di peluang lain,โ ujar Carolane de Palmas, analis pasar di ActivTrades. โBahkan tanpa penjualan besar-besaran, peningkatan jumlah saham yang tersedia kemungkinan akan menjaga volatilitas tetap tinggi.โ
โBahkan tanpa penjualan besar-besaran, peningkatan jumlah saham yang tersedia kemungkinan akan menjaga volatilitas tetap tinggi.โ โ Carolane de Palmas, Analis Pasar ActivTrades
Bagi investor di Indonesia, kabar ini menjadi pengingat akan pentingnya memahami struktur lockup dan dampaknya terhadap pergerakan saham, terutama bagi perusahaan teknologi besar yang baru melantai. Meski pasar modal Indonesia memiliki regulasi serupa, kasus SpaceX menunjukkan bahwa fleksibilitas dalam aturan lockup dapat menjadi pedang bermata dua: di satu sisi memberikan likuiditas lebih awal, di sisi lain meningkatkan risiko fluktuasi harga yang tajam.
Ke depan, pasar akan mencermati apakah para insider benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menjual sahamnya. Jika aksi jual terjadi dalam volume besar, bukan tidak mungkin harga saham SpaceX akan tertekan lebih dalam. Sebaliknya, jika penjualan minim, sentimen positif bisa kembali menguat. Pertanyaannya, akankah SpaceX mampu menjaga kepercayaan investor di tengah gejolak ini, atau justru menghadapi ujian yang lebih berat?



