Allo Bank Tebar Dividen Rp287 Miliar, Sinyal Kinerja Solid Bank Digital
Baca dalam 60 detik
- PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mengumumkan pembagian dividen tunai Rp286,97 miliar untuk tahun buku 2025, setara 50% laba bersih.
- Laba bersih Allo Bank melonjak 23% menjadi Rp574,26 miliar pada 2025, didorong pendapatan bunga yang naik 29%.
- Strategi pengembangan produk digital end-to-end menjadi fokus utama bank untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp286,97 miliar kepada para pemegang saham, setara dengan 50% dari laba bersih yang dibukukan pada tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis, 25 Juni 2026, menandai pembagian dividen kedua kalinya dalam sejarah bank digital tersebut.
Plt. Direktur Utama Allo Bank, Ari Yanuanto Asah, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Sisa laba sebesar Rp287,28 miliar akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal dan mendanai ekspansi usaha, sementara sebagian kecil disisihkan sebagai dana cadangan. "Keputusan ini mencerminkan kekuatan model bisnis kami dan bahwa Allo Bank berada di jalur yang tepat untuk tumbuh secara kompetitif dan berkelanjutan," ujar Ari dalam keterangan resmi.
Kinerja keuangan yang solid menjadi pendorong utama keputusan ini. Sepanjang 2025, Allo Bank mencatat laba bersih sebesar Rp574,26 miliar, melonjak 23% dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp467,1 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan bunga yang naik 29% secara tahunan menjadi Rp1,44 triliun. Pendapatan operasional juga melesat 65% menjadi Rp542,57 miliar, menunjukkan efisiensi dan ekspansi bisnis yang agresif.
Ke depan, manajemen Allo Bank berencana memperkuat pondasi bisnis melalui pengembangan portofolio produk dan layanan perbankan digital yang komprehensif. Fokus utama adalah menyediakan layanan digital end-to-end bagi segmen ritel maupun korporasi, guna meningkatkan kemudahan, efisiensi, dan kualitas pengalaman nasabah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan ketat industri bank digital di Indonesia.
Selain dividen, RUPST juga menyetujui enam agenda lain, termasuk pengesahan laporan tahunan 2025, pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk auditor eksternal, serta perubahan Anggaran Dasar untuk menyesuaikan dengan KBLI 2025. Persetujuan atas rencana aksi pemulihan juga menjadi salah satu poin penting dalam rapat tersebut.
Bagi investor, keputusan Allo Bank membagikan dividen menjadi sinyal positif atas kesehatan fundamental perusahaan. Dengan rasio pembayaran dividen yang moderat, bank masih menyisakan dana cukup untuk ekspansi. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Allo Bank mampu mempertahankan pertumbuhan laba dua digit di tengah tekanan margin bunga dan regulasi yang semakin ketat?



