Doku Perpanjang Kontrak, City Tenang di Tengah Hening Transfer
Baca dalam 60 detik
- Jeremy Doku resmi meneken kontrak anyar hingga 2031, menjadi pemain keempat yang memperpanjang masa baktinya di Manchester City pada bursa musim panas ini.
- Meski hanya mendatangkan Elliot Anderson sejauh ini, manajemen City mengaku tenang dan percaya pada strategi transfer mereka, dengan sejumlah target jangka panjang sudah diamankan lebih awal.
- Nico Gonzalez menegaskan betah di Etihad dan tak ingin hengkang, sementara masa depan Rodri dan Savinho masih menjadi tanda tanya besar menjelang penutupan bursa.

Manchester City kembali mengunci salah satu aset mudanya. Winger asal Belgia, Jeremy Doku, dikabarkan telah menandatangani kontrak baru yang mengikatnya di Etihad Stadium hingga 2031, menyusul langkah serupa yang dilakukan Phil Foden, Josko Gvardiol, dan Abdukodir Khusanov. Pengumuman resmi dijadwalkan pekan depan, menandai komitmen jangka panjang klub di tengah gejolak bursa transfer yang belum mereda.
Doku, yang diboyong dari Rennes dengan nilai transfer mencapai 55,4 juta pound sterling pada 2023, tampil impresif musim lalu dengan mencetak delapan gol dari 48 penampilan. Kontribusinya menjadi bagian penting keberhasilan The Citizens meraih ganda domestik—Piala FA dan Carabao Cup—di musim terakhir Pep Guardiola menukangi tim. Kini, dengan pelatih anyar Enzo Maresca, Doku diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam skema permainan yang baru.
Di sisi lain, masa depan Nico Gonzalez menjadi sorotan. Gelandang yang direkrut dari Porto dengan mahar 50 juta pound sterling pada Januari lalu itu kesulitan menembus tim utama secara konsisten. Meski sempat mencetak gol krusial di semifinal Piala FA kontra Southampton, ia kerap bergantian menjadi starter dan cadangan. Namun, Gonzalez membantah isu kepergiannya. “Saya bahagia di sini. Saya tidak ingin pergi dan saya pikir klub juga ingin saya bertahan. Saya belum melihat apa pun, tapi saya bahagia,” ujarnya, menegaskan ambisinya meraih trofi bersama City.
Hingga pekan kedua Agustus, City baru mendatangkan satu pemain yang diproyeksikan masuk tim utama, yakni Elliot Anderson. Rekrutan senilai 116 juta pound sterling dari Nottingham Forest itu menjadi rekor transfer klub, sekaligus pengganti Bernardo Silva yang hengkang ke Real Madrid. Sementara itu, sejumlah pemain muda seperti Jeremy Monga, Pierce Charles, dan Mathys Detourbet telah direkrut, dengan dua nama terakhir langsung dipinjamkan. Maresca sendiri mengakui timnya masih membutuhkan tambahan amunisi, namun manajemen klub dikabarkan tetap tenang dan percaya pada strategi yang dijalankan.
Ketenangan itu bukan tanpa alasan. Manajemen City menilai langkah mengamankan Antoine Semenyo dan Marc Guehi pada Januari lalu sebagai bukti efektivitas perencanaan transfer jangka panjang. Keduanya langsung memberikan dampak positif, sehingga kebutuhan mendesak musim panas ini bisa ditekan. Selain itu, kembalinya Vitor Reis dari masa pinjaman di Girona diharapkan memperkuat lini pertahanan. Meski begitu, sejumlah nama masih menggantung: Rodri yang belum meneken kontrak baru dikaitkan dengan Real Madrid dan Barcelona, sementara Savinho dikabarkan terbuka meninggalkan klub dengan Tottenham sebagai peminat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika transfer Manchester City ini menarik dicermati. Kebijakan klub yang berani mempertahankan pemain muda dengan kontrak jangka panjang menunjukkan arah pembangunan skuad yang berkelanjutan—sebuah pelajaran berharga bagi klub-klub Indonesia yang kerap berganti pemain setiap musim. Selain itu, ketenangan manajemen City di tengah hiruk-pikuk bursa bisa menjadi contoh bahwa kesuksesan tidak selalu bergantung pada belanja besar, melainkan pada perencanaan matang dan kepercayaan terhadap talenta yang ada.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah City akan tetap setenang ini jika Rodri benar-benar hengkang. Kehilangan gelandang bertahan sehebat Rodri tentu akan menjadi pukulan telak. Namun, dengan pendekatan yang terukur dan skuad muda yang menjanjikan, mungkinkah City justru semakin kuat? Atau akankah tekanan untuk segera bergerak di bursa transfer semakin meningkat seiring mendekatnya tenggat? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti: manajemen City tampaknya tidak akan terburu-buru mengambil keputusan.



