Buru Gelandang Bertahan: Tottenham Siapkan Dana £85 Juta untuk Mateus Fernandes
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur menjadi klub paling agresif di bursa transfer awal musim panas ini, dengan fokus memperkuat lini tengah setelah sukses merekrut tiga pemain bertahan.
- Gelandang West Ham United, Mateus Fernandes, bersedia menyetujui persyaratan pribadi dengan Tottenham, Manchester United, atau Real Madrid, tergantung siapa yang lebih dulu memenuhi banderol £85 juta.
- Fernandes, 21 tahun, mencatat rata-rata 2,9 tekel per laga musim lalu — tertinggi di West Ham dan hanya kalah dari Joao Palhinha di Tottenham — menjadikannya target ideal untuk memperkokoh sektor tengah Spurs.

Tottenham Hotspur semakin serius memburu gelandang bertahan West Ham United, Mateus Fernandes, setelah jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa pemain asal Portugal itu terbuka untuk meneken kontrak pribadi dengan Spurs jika kesepakatan antar klub tercapai. Langkah ini menjadi prioritas baru Tottenham setelah mereka sukses merekrut tiga pemain belakang di awal bursa.
Dalam video terbaru di kanal YouTube-nya, Romano mengungkapkan bahwa ketiga peminat utama — Tottenham, Manchester United, dan Real Madrid — telah berkomunikasi dengan agen Fernandes, Jorge Mendes. Namun, dari segi negosiasi dengan West Ham, baru Manchester United yang secara resmi mengadakan pembicaraan. Meski begitu, kabar baik bagi pendukung Spurs adalah Fernandes tidak keberatan bergabung dengan klub mana pun yang lebih dulu memenuhi permintaan The Hammers.
“Perasaannya, siapa pun yang membawa proposal terbaik ke West Ham — mereka memulai dari £85 juta untuk kemungkinan lebih, karena mereka yakin semakin banyak klub yang bergabung dalam perburuan — akan bisa menuntaskan kesepakatan dengan pemain,” ujar Romano. Nilai transfer tersebut mencerminkan status Fernandes sebagai salah satu prospek muda paling bersinar di Premier League.
Langkah Tottenham merekrut Fernandes menjadi bagian dari rencana besar klub yang diumumkan keluarga Lewis dalam surat terbuka sebulan lalu. Mereka berjanji akan berinvestasi besar-besaran di tim utama, akademi, dan fungsi pendukung lainnya, seraya menegaskan tidak akan menjual klub. “Kami berkomitmen penuh. Perubahan sedang terjadi,” tulis mereka. Aksi nyata pun terlihat: Spurs menjadi klub Premier League paling sibuk di awal bursa, dengan tiga pemain bertahan anyar yang diharapkan memperbaiki rekor kebobolan tertinggi di antara tim yang bertahan di kasta tertinggi musim lalu.
Di lini tengah, kehadiran Fernandes dinilai krusial. Gelandang muda ini tidak hanya produktif dalam merebut bola — catatan tekelnya hanya kalah dari Joao Palhinha di Tottenham — tetapi juga piawai membangun serangan. Gaya bermainnya yang energik dan disiplin diyakini cocok dengan skema Roberto De Zerbi, yang sebelumnya melatihnya di Brighton. De Zerbi sendiri telah memuji kepemimpinan Van Hecke dan meminta Spurs tidak melepas Micky van de Ven, mengindikasikan tulang punggung Belanda akan menjadi fondasi tim dalam beberapa musim ke depan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perburuan Fernandes menambah daftar panjang talenta Portugal yang meramaikan Premier League — liga yang paling banyak diikuti di Tanah Air. Jika Tottenham berhasil mengamankan servisnya, Fernandes akan bergabung dengan rekan senegaranya seperti Joao Palhinha, memperkuat jejak pemain Lusitania di Inggris. Namun, dengan Manchester United dan Real Madrid ikut mengintai, persaingan masih terbuka lebar.
Pertanyaan besarnya: mampukah Tottenham mengalahkan dua raksasa Eropa dalam perebutan gelandang bertahan termahal musim panas ini? Atau justru United yang akan memanfaatkan posisi negosiasi lebih maju untuk mengamankan tanda tangan Fernandes?



