Inter Milan Kian Frustrasi, Liverpool Bandel Tahan Curtis Jones di Harga €40 Juta
Baca dalam 60 detik
- Liverpool menolak tawaran €25 juta Inter Milan untuk Curtis Jones dan bersikukuh pada banderol €40 juta.
- Manajemen The Reds mulai jengah dengan strategi negosiasi Inter yang terus berupaya menekan harga di bawah pasar.
- Kontrak Jones tersisa satu tahun, namun Liverpool enggan melepas aset akademinya dengan harga murah.

Liverpool dilaporkan mulai kehilangan kesabaran terhadap pendekatan Inter Milan yang terus-menerus mencoba menurunkan harga gelandang Curtis Jones. Klub Premier League itu menolak tawaran terbaru Nerazzurri senilai €25 juta dan tetap mematok angka €40 juta sebagai harga jual pemain berusia 25 tahun tersebut.
Menurut laporan The Times, petinggi Liverpool merasa frustrasi dengan strategi Inter yang dinilai terlalu agresif dalam menekan nilai transfer. Padahal, Jones merupakan produk akademi yang sudah membuktikan kualitasnya di papan atas Inggris. Meski kontraknya akan memasuki tahun terakhir pada musim panas ini, Liverpool tidak berniat melepasnya dengan harga di bawah estimasi.
Inter sendiri sudah lama memburu Jones. Direktur Olahraga Inter, Piero Ausilio, dalam wawancara sebelumnya mengakui ketertarikan klubnya. “Jones adalah pemain yang kami pantau sejak lama. Kami coba negosiasi di Januari dan akan coba lagi. Jika ada titik temu, bagus. Jika tidak, kami akan cari opsi lain,” ujarnya. Namun, tawaran terbaru sebesar €25 juta (sekitar £21 juta) langsung ditolak Liverpool akhir pekan lalu.
Bagi Liverpool, Jones bukan sekadar pemain pelapis. Ia telah tampil konsisten di lini tengah The Reds musim ini, mencatatkan 3 gol dan 4 assist di semua kompetisi. Kehilangan pemain lokal dengan ikatan akademi seperti Jones bisa menjadi pukulan tersendiri, terutama jika dilepas dengan harga murah. Manajemen Liverpool tampaknya enggan mengulangi kesalahan masa lalu saat melepas pemain binaan dengan nilai rendah.
Dari sisi Inter, upaya mendapatkan Jones dengan harga miring adalah bagian dari strategi klub yang sedang berhemat. Namun, sikap keras Liverpool menunjukkan bahwa klub Premier League tidak akan mudah tergoda, meski kontrak pemainnya hampir habis. Situasi ini mengingatkan pada saga transfer gelandang lain, seperti saat Liverpool mempertahankan Philippe Coutinho sebelum akhirnya dilepas ke Barcelona dengan harga selangit.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa bersaing di pasar transfer dengan strategi yang berbeda. Inter yang dikenal cermat dalam belanja pemain berhadapan dengan Liverpool yang tak mau kompromi. Pertanyaannya, akankah Inter meningkatkan tawaran atau beralih ke target lain? Atau justru Liverpool yang akhirnya melunak jika Jones meminta hengkang? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan nasib sang gelandang.



