Nasib Gakpo di Liverpool Terancam: Dua Pemain Baru Siap Rebut Posisi
Baca dalam 60 detik
- Liverpool mendatangkan Victor Munoz dan membidik Yan Diomande, dua pemain yang bisa mengisi posisi favorit Cody Gakpo di sayap kiri.
- Produktivitas Gakpo menurun drastis musim lalu, dari 18 gol menjadi 9 gol, di tengah performa kolektif Liverpool yang kurang konsisten.
- Ketidakpastian masa depan Gakpo membuka peluang transfer, dengan Tottenham Hotspur dikabarkan memantau situasinya.

Cody Gakpo tengah menjadi sorotan di Piala Dunia 2026 setelah mencetak dua gol untuk Belanda melawan Swedia, namun di balik performa apiknya, masa depannya di Liverpool justru kian tidak menentu. Klub asal Merseyside itu baru saja mendatangkan Victor Munoz dari Osasuna seharga 34,5 juta pound sterling dan tengah mengupayakan transfer Yan Diomande, pemain muda RB Leipzig yang dihargai 86 juta pound. Keduanya sama-sama beroperasi di sisi kiri, posisi favorit Gakpo.
Kedatangan dua pemain baru itu memicu tanda tanya besar soal rencana pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola. Di bawah asuhan Arne Slot musim lalu, Gakpo sempat menjadi andalan dengan torehan 18 gol dan 7 assist di semua ajang, yang membuatnya mendapat kontrak jangka panjang pada musim panas 2024. Namun, musim 2025-26 menjadi cerita berbeda: produktivitasnya merosot menjadi 9 gol dan 6 assist, meski ia bermain lebih banyak.
Penurunan tersebut tidak sepenuhnya salah Gakpo. Seluruh lini depan Liverpool tampil di bawah standar, terutama setelah kepergian Mohamed Salah. Namun, statistik menunjukkan bahwa kerja sama Gakpo dengan bek kiri Milos Kerkez masih perlu diasah, khususnya dalam memanfaatkan overlap. Meski hubungan keduanya membaik seiring berjalannya musim, Iraola—yang pernah melatih Kerkez di Bournemouth—diharapkan bisa memaksimalkan potensi pemain Hungaria itu musim depan.
Kemampuan Gakpo bermain di beberapa posisi—termasuk sebagai penyerang tengah—menjadi nilai lebih di mata Iraola, terutama setelah Hugo Ekitike mengalami cedera Achilles parah yang diperkirakan membuatnya absen hingga 2027. Namun, persaingan di lini depan kian ketat dengan hadirnya Florian Wirtz yang juga kerap ditempatkan di sayap kiri, serta pemain muda Rio Ngumoha yang mulai dilibatkan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik karena menunjukkan betapa dinamisnya pasar transfer Eropa. Liverpool, yang selama ini identik dengan skuad bertabur bintang, kini tengah merombak lini serangnya. Jika Gakpo hengkang, klub seperti Tottenham Hotspur siap menampungnya dengan mahal. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, bahwa konsistensi performa adalah kunci untuk bertahan di level tertinggi.
Di sisi lain, Gakpo menunjukkan ketajamannya di pentas internasional. Dua golnya ke gawang Swedia—satu berupa tap-in dan satu lagi tembakan kaki kanan khas setelah memotong dari sayap—mengingatkan kembali kualitasnya. Kapten Belanda Virgil van Dijk memuji etos kerja dan disiplin Gakpo. “Dia pemain luar biasa, bekerja keras, dan kualitasnya menonjol,” ujar van Dijk usai kemenangan 5-1.
Namun, persaingan di Liverpool tidak akan mudah. Rekrutan anyar seperti Munoz dan Diomande, plus talenta seperti Ngumoha, membuat posisi Gakpo tidak lagi aman. Apakah ia akan bertahan dan bersaing, atau memilih pindah demi menit bermain reguler? Keputusan Iraola soal posisi terbaik Wirtz bisa menjadi penentu. Satu hal yang pasti: bursa transfer musim panas ini akan menjadi momen krusial bagi karier Gakpo.



