Komdis PSSI Jatuhkan Denda Rp485 Juta ke Persija, Persib Kena Rp250 Juta
Baca dalam 60 detik
- Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi finansial kepada 11 klub dan sejumlah panitia pelaksana atas pelanggaran suporter pada pertandingan Mei 2026.
- Persija Jakarta menjadi klub dengan denda terbesar, Rp485 juta, akibat akumulasi pelanggaran dari tiga kelompok usia, sementara Persik Kediri dan PSM Makassar menyusul.
- Mayoritas sanksi dipicu oleh penggunaan flare, petasan, dan invasi lapangan, menandakan lemahnya pengamanan di beberapa stadion Liga 1.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali mencatat rekor denda tertinggi musim ini setelah menjatuhkan sanksi sebesar Rp485 juta kepada Persija Jakarta. Keputusan itu dirilis pada 22 Juni 2026 dan mencakup akumulasi pelanggaran dari tim senior, U-18, dan U-20 Macan Kemayoran dalam laga yang digelar sepanjang Mei 2026.
Total denda yang diumumkan Komdis mencapai lebih dari Rp2,3 miliar, menjangkau 11 klub dan sejumlah panitia pelaksana (panpel) pertandingan BRI Super League serta Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026. Persik Kediri berada di urutan kedua dengan denda Rp360 juta, disusul PSM Makassar Rp340 juta, dan PSIM Yogyakarta Rp275 juta. Sementara itu, Persib Bandung, Bali United, Persebaya Surabaya, dan Persis Solo masing-masing dikenai denda Rp250 juta.
Pelanggaran yang mendominasi adalah penggunaan flare dan petasan dalam jumlah besar, serta invasi suporter ke lapangan. Komdis mencatat insiden kerusakan dan penjarahan fasilitas stadion dalam kasus PSM Makassar, sementara Persik Kediri mendapat sanksi akibat aksi suporter yang masuk ke area pertandingan. Semen Padang, Madura United, dan Malut United juga terkena denda dengan nominal lebih kecil, berkisar Rp50 juta hingga Rp90 juta.
Menurut pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, deretan sanksi ini menunjukkan bahwa pengamanan pertandingan masih menjadi titik lemah di Liga Indonesia. "Flare dan petasan sudah berulang kali dilarang, tapi eksekusi di lapangan belum maksimal. Panpel harus lebih tegas, bukan hanya mengandalkan aparat keamanan," ujarnya saat dihubungi LyndHub. Ia menambahkan bahwa denda besar seperti yang diterima Persija seharusnya menjadi efek jera, namun tanpa perbaikan sistem pengawasan, pelanggaran serupa berpotensi terulang.
Keputusan Komdis juga menyasar panpel pertandingan. Malut United, Bali United, PSIM Yogyakarta, Persis Solo, dan PSM Makassar dikenai denda Rp40 juta hingga Rp50 juta karena gagal mengendalikan suporter. Ini menandakan bahwa tanggung jawab tidak hanya dibebankan kepada klub, tetapi juga penyelenggara laga. Bagi Persija, denda Rp485 juta menjadi pukulan finansial signifikan di tengah persaingan papan atas Liga 1.
Ke depan, PSSI diharapkan tidak hanya mengandalkan sanksi finansial, tetapi juga menerapkan sanksi administratif seperti pengurangan poin atau larangan bertanding di kandang. Pertanyaannya, akankah klub-klub besar seperti Persija dan Persib serius memperbaiki perilaku suporter mereka, atau denda ini hanya akan dianggap biaya operasional musiman?



